CERITA DEWASA

  • Cerita Ngentot Pertamaku Ngesex Waktu SMP

    Cerita Ngentot Pertamaku Ngesex Waktu SMP


    7044 views
    https://1.bp.blogspot.com/-qTmyUgGElRg/WHpLgB4jiQI/AAAAAAAABXs/tnilP5xGRcQ6KrdQwf3Vwf_kHoKMYeDPwCLcB/s400/Cerita%2BDewasa%2BPertamaku%2BNgesex%2BWaktu%2BSMP.jpg
    Cerita Ngentot Pertamaku Ngesex Waktu SMP, inilah kisah yang cukup menyenangkan, di cerita dewasa ini aku menceritakan sebuah pengalaman yang sangat membuat hhatiku tidak nyaman, Beginilah ceritanya… Cerita Dewasa Pertamaku Ngesex Waktu SMP – Inilah cerita dewasa panas yang paling seru. q seorang wanita masih belia, dan saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Banyak teman-temanku maupun teman kakakku naksir kepadaku. Kata mereka sih aku cantik. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..) Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Rambut hitam lurus, mata bulat dan bibir seksi (katanya sich he.., he..). Saat itu aku merasa bahwa payudaraku lebih besar dibandingkan teman-temanku, kadang-kadang suka malu saat olah raga, nampak payudaraku bergoyang-goyang. Padahal sebenarnya hanya berukuran 34B saja. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah. Bahkan kadang-kadang ikutan tidur siang segala. Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Ruangannya ber AC, full music. Kak Agun bahkan dianggap seperti saudara sendiri. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama. Cerita Dewasa Pertamaku Ngesex Waktu SMP Cerita Dewasa Pertamaku Ngesex Waktu SMP Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota. Mak Yam pembantuku pulang kampung, Pak Rebo tukang kebun sedang ke tempat saudaranya. Praktis aku sendirian di rumah. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk. Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat. “Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Hanya kadang-kadang dia suka iseng, menggodaku. Tangannya seringkali menggelitik pinggangku sehingga aku kegelian. Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. Mending bantuin aku ngerjain PR”. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku. “Yess! Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Aku melompat dan memeluk Kak Agun, “Ma kasih Kak Agun”. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. “Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun. “Apa itu? Coklat?”, kataku. “Bukan, tapi tutup mata dulu”, kata dia. Aku agak heran tapi mungkin akan surprise terpaksa aku menutup mata. Tiba-tiba aku merasa kaget, karena bibirku rasanya seperti dilumat dan tubuhku terasa dipeluk erat-erat. “Ugh…, ugh…”, kataku sambil berusaha menekan balik tubuh Kak Agun. “Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”. Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Ciuman Kak Agun begitu lincah di bibirku membuat aku merasa terayun-ayun. Tangannya mulai memainkan rambutku, diusap lembut dan menggelitik kupingku. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Rasanya hati ini ada yang lain. Kembali Kak Agun mencium pipiku, kedua mataku, keningku dan berputar-putar di sekujur wajahku. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget! “Kak Agun…, kuat juga”. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Direbahkannya aku di atas ranjang dan Kak Agun mulai lagi menciumku. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut. Antara malu dan ragu. Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Tangannya mulai memainkan payudaraku. “Jangan…, jangan…, acch…, acch…”, aku berusaha menolak namun tak kuasa. Tangannya mulai menyingkap menembus ke kaos Snoopy yang kupakai. Jari-jemarinya menari-nari di atas perut, dan meluncur ke BH. Terampil jemarinya menerobos sela-sela BH dan menggelitik putingku. Saat itu aku benar-benar panas dingin, napasku memburu, suaraku rasanya hanya bisa berucap dan mendesis-desis “ss…, ss…”,. Tarian jemarinya membuatku terasa limbung, ketika dia memaksaku melepas baju, aku pun tak kuasa. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Kak Agun kembali beraksi, ciumannya semakin liar, dan jemarinya, telapak tangannya mengguncang-guncang payudaraku, aku benar-benar sudah hanyut. Aku mendesis-desis merasakan sesuatu yang nikmat. Aku mulai berani menjepit badannya dengan kakiku. Namun malahan membuatnya semakin liar. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku. Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Tapi Kak Agun lebih kuat. Gesekan tangannya mengoyak-koyak helaian rambut kemaluanku yang tidak terlalu lebat. Dan tiba aku merasa nyaris terguncang, ketika dia menyentuh sesesuatu di “milikku”. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Jemarinya memainkkan clit-ku. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi. Aku hanya bisa pasrah saja. Tapi aku kaget ketika tiba-tiba dia berdiri dan penisnya telah berdiri tegang. Aku ngeri, dan takut. Permainan pun dilanjutkan lagi, saat itu aku benar-benar sudah tidak kuasa lagi, aku pasrah saja, aku benar-benar tidak membalas namun aku menikmatinya. Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu. Tiba-tiba aku kaget ketika ada “sesuatu” yang mengganjal menusuk-nusuk milikku, “Uch…, uch…”, aku menjerit. “Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”. Ketika dia membuka lebar-lebar kakiku dia memaksakan miliknya dimasukkan. “Auuchh…”, aku menjerit. “Achh!”, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Aku benar-benar sakit, dan aku bisa merasakan ada sesuatu di dalam. Sesaat diam dan ketika mulai dinaik-turunkan aku menjerit lagi, “Auchh…, auchh…”. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Kak Agun secara perlahan menarik “miliknya” keluar. Kemudian dia mengocok dan memuntahkan cairan putih. Saat itu aku hanya terdiam dan termangu, setelah menikmati cumbuan aku merasakan sakit yang luar biasa. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Aku meringis dan menangis sesenggukan. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku, “Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Sebenarnya aku sayang sama kamu”. Saat itu aku memang masih polos, masih SMP, namun pengetahuan seksku masih minim. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena “kecelakaan”). Sejak itu aku jadi benci banget sama dia
  • Cerpen Sex Terhot dan Terbaik

    Cerpen Sex Terhot dan Terbaik


    670 views
    https://4.bp.blogspot.com/-2SwlfD13QT8/WHZzbZfr9sI/AAAAAAAABSw/wTpG3tSWz3czUTCT5gjlQyxG_7x8-hVawCLcB/s400/Novel%2BCerpen%2BSex%2BTerhot%2Bdan%2BTerbaik.jpg
    Novel Cerpen Sex Terhot dan Terbaik – Hujan masih saja turun dengan lebatnya dan telah berlangsung selama 2 hari. Segala aktifitas jadi kacau berantakan. Tidak tahu harus berbuat apa. Jalan juga tampak lengang karena orang-orang lebih senang memilih tinggal di rumah. Begitu juga denganku, yang meski banyak rencana tapi semua jadi berantakan gara-gara hujan. Oh ya, aku bekerja secara serabutan, yang penting bisa menghasilkan dan halal. Novel Cerpen Sex Terhot dan Terbaik Novel Cerpen Sex Terhot dan Terbaik Saat itu aku tengah memandang keluar melalui jendela. Memandang langit yang tampak menghitam, sedikitpun tak ada tanda-tanda bahwa hujan akan berhenti. Tiba-tiba sebuah taxi berhenti tepat di depan rumah. Sesaat kemudian seorang perempuan yang belum begitu jelas wajahnya dengan menenteng koper kecil bergegas turun dan berusaha membuka pintu pagar rumahku yang tertutup rapat namun tidak ku gembok. Usaha membuka pintu pagar berhasil dilakukan, namun keadaan itu membuatnya basah kuyup. Tanpa menutup kembali pintu pagar ia berlari-lari memasuki halaman rumah terus mengetuk pintu. Aku yang sudah menyaksikan ulahnya sedari tadi langsung membuka pintu dan.. Aku terkesima. Sesosok wujud wanita paripurna berdiri di depanku dengan sedikit menggigil. Wanita yang sama sekali tidak aku kenal. Wanita yang.. Berumur kira-kira 23 atau 24 tahun yang luar biasa, seperti dalam mimpi, cantik sekali. Rambutnya lebat panjang bergerai indah. Alis mata yang tebal dan bibir tipis yang memancarkan pesona. Dia juga seperti terheran melihatku. “Maaf.. Mbak cari siapa?” tanyaku. “Oh.” dia terlihat gugup, “Maaf Mas. Bukankah disini rumahnya Mas Dudy?” “Dudy? Dudy Margono?” tanyaku “Iyya,” jawabnya sambil menepis butir-butir air yang melekat di tubuhnya. “Wah, sebulan yang lalu Mas Dudy memang masih ngontrak disini, tapi sejak pindah ke Balikpapan aku yang meneruskan kontrakannya,” jawabku. Jawaban yang membuatnya terkejut dan terlihat amat kecewa. “Oh, maaf. Mari, masuk dulu Mbak,” tawarku setelah menyadari bahwa wanita itu masih di depan pintu. “Makasih,” jawabnya terus melangkah masuk. Akupun mempersilahkannya duduk di sofa lalu minta ijin sebentar mau kebelakang untuk mengambilkan handuk karena menyaksikan tubuh dan pakaiannya basah kuyup. Setelah mengambil handuk dalam lemari (aku memang menyimpan beberapa handuk sebagai persediaan kalau-kalau ada teman menginap) dan membawanya keluar. Kulihat dia agak gemetar menahan dingin meski baju yang dikenakannya cukup tebal, tapi hujan yang amat lebat rupanya tidak mau kompromi dan lagi tampaknya gadis ini kelelahan, kemungkinan baru saja melakukan perjalanan jauh. Segera kusodorkan handuk yang disambut dengan senyum, terus melap badannya yang masih berbungkus pakaian. “Mbak siapa?” tanyaku “Oh, maaf perkenalkan, aku Vita,” ucapnya menyodorkan tangan. “Bari,” sahutku menggenggam tangannya yang dingin. “Saya teman dekatnya Mas Dudy. Saya tidak tahu kalau dia sudah tidak disini. Sungguh, saya tadinya mau bikin surprise dengan datang tiba-tiba. Nggak tahunya.. Wah, gimana ini?” Dia terlihat panik. “Emangnya Mbak Vita dari mana?” “Dari Malang, Mas,” “Gila, sejauh itu?” Tanyaku bagai tak percaya. Dia hanya mengangguk. Aku jadi terdiam dan turut merasa sedih. Namun akal sehatku segera pulih terutama setelah melihat dia semakin kedinginan. “Kalau nggak keberatan, silahkan Mbak Vita mengganti pakaiannya yang basah itu di kamar, nanti kita bicara lagi,” ujarku sambil menunjuk kamar tamu. Iapun tersenyum (manis sekali) kemudian beranjak menuju kamar yang saya tunjukkan. Akupun menunggu dengan gelisah. Aku dengan Dudy memang sahabat dekat, tapi tidak pernah tahu kalau dia punya teman dekat yang begini cantik. Aku juga tahu kalau Dudy itu petualang cinta. Banyak sekali gadis-gadis yang jadi korbannya mengingat wajahnya yang memang tampan, terlalu tampan malah hingga mendekati wajah perempuan, terlalu klimis. Sebulan yang lalu oleh kantornya ia mendapat promosi menjadi kepala cabang di Balikpapan dan sejak itu ia menyuruhku menempati rumah ini yang telah ia kontrak selama 5 tahun dan baru berjalan 2 tahun sehingga aku bagai dapat durian runtuh karena ketika ia menyuruhku pindah ke rumah ini terutama karena selama ini aku hanya mampu kost di satu kamar pada satu tempat dibilangan Slipi. Dan gadis cantik yang kini ada di kamar tamu itu, apa termasuk salah satu dari korban rayuan gombal Dudy? Aku tidak berani berpikir yang aneh-aneh tentang gadis itu. Aku positif tahuninking aja. Nggak tega aku memikirkan hal-hal yang ngeres. Dia terlalu cantik dan lembut dimataku. Agak lama Vita di kamar, mungkin sekalian mandi (kamar tamu mempunyai fasilitas kamar mandi). Kira-kira 30 menit kemudian pintu kamar terkuak memunculkan sosok Vita yang fresh terutama dengan kombinasi busananya yang pas. Saat itu ia mengenakan T. Shirt putih dengan rok midi warna cream. Setelah mandi kecantikan Vita kian tegas. Wajahnya yang aristokrat dengan tinggi sekitar 164 serta polesan lipstik tipis dibibirnya membuatku sejenak seperti bengong, nggak bisa berucap sepataHPun. “Mas Bari.. Kok seperti orang bengong,” Ucap Vita menyadarkanku dari keterpanaan. “Oh. Maaf. Mari, monggo. Silahkan,” aku masih grogi. Vita hanya senyum melihat ulahku. “Ada apa sih, Mas? Kok seperti orang bingung?” tanyanya lagi. “Ya.. Aku memang lagi bengong, bukan bingung,” “Lho, kenapa?” tanya Vita sambil duduk di sofa mengambil posisi di depanku. Aku akhirnya bisa menguasai diri. “Habis, setelah mandi Mbak Vita ternyata cantik sekali,” jawabku mulai percaya diri. “Ah, Mas Bari bisa saja. Tapi terima kasih deh atas pujiannya” Kami akhirnya terlibat dalam pembicaraan yang mengasyikkan. Dia bercerita banyak. Mengenai hubungannya dengan Dudy terutama janjinya bahwa setelah Vita menyelesaikan kuliahnya mereka akan segera menikah. Itulah sebabnya ia segera ke Jakarta utnuk mengabarkan dan membicarakan rencana perkawinan mereka karena Vita baru saja lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Tapi Vita jadi sangat kecewa karena Dudy ternyata sudah pindah tanpa memberikan kabar dan yang jadi masalah karena di Jakarta ini Vita tidak punya kenalan apalagi keluarga. Aku berusaha menenangkan dan memberinya semangat terutama karena Dudy memang sahabatku dan kuutarakan juga bahwa sesungguhnya rumah ini secara resmi masih dimiliki Dudy sebagai pengontrak, aku hanya disuruh menempati agar tidak kosong. Saat malam tiba, hujan belum juga mau kompromii, sehingga aku tidak bisa mengajak Vita keluar untuk makan malam, terpaksa kita buat menu ala kadarnya. Beruntung karena di kulkas masih ada sisa ikan dan daging, cukup untuk diolah menjadi santapan yang enak. Kita semakin akrab terutama setelah secara bersama kita mengolah bahan mentah di dapur. Akupun tak segan-segan mencandai Vita membuatnya sering tertawa terpingkal-pingkal bahkan sesekali mencubit halus pinggangku. Usai makan malam, kami melanjutkan pembicaraan sambil nonton TV. Duduknyapun sudah tidak berhadap-hadapan lagi tapi sudah berdampingan. Aroma parfum yang dikenakan amat sejuk dan lembut menciptakan nuansa yang romantis. Aku mencoba menggeser dudukku untuk merapat sedikit. Dia hanya melirik sambil senyum. “Mulai berani ya, Mas?” tegurnya membuatku kembali menggeser tubuhku untuk menjauh. “Ya, sudah. Nggak usah di geser menjauh lagi. sudah ketahuan, kok,” ucapnya menarik lenganku mendekat sehingga tubuhku akhirnya teraih mendekat memepeti tubuhnya. Darahku tiba-tiba bergolak. Hatiku diliputi perasaan yang penuh bunga, apalagi ketika tiba-tiba ia meletakkan tangan kanannya di atas pahaku. Akupun secara refleks melingkarkan lengan kiriku di bahunya. Kami sama-sama diam membisu, namun aku yakin kalau hati kami diliputi perasaan yang sama, ingin lebih dari itu. Pikiran kami tidak lagi terfokus pada TV meski mata tetap tertuju ke sana. Namun aku segera sadar bahwa pertunjukan harus dimulai dan untuk memulai inisiatif harus datang dariku karena tidak mungkin inisiatif itu datang dari gadis yang begini lembut. Pelan-pelan kuelus rambutnya. Dia diam saja. Lalu kucium rambut yang panjang itu, harum. Diapun diam saja. Lalu rambut panjang itu kusibak dan kususupkan bibirku di lehernya, kukecup halus. Ia juga masih diam, tapi tangannya mencengkram pahaku. Aku kian berani kujilat leher, pas di belakang telinganya. Ia menggelinjang, menarik kepalanya, menoleh menatapku tajam. Aku juga menatapnya dan sejenak kemudian bibir kami saling bertaut. Kami berciuman panjang dan panas. Aku menekan tubuhnya sehingga rebah telentang di sofa. Aku menindihnya. Tanganku merayap membelai dadanya yang masih tertutup busana. Tapi ia tiba-tiba menahan tanganku dan berusaha menatapku. “Boleh?” tanyaku berbisik. Agak lama ia menatapku dan akhirnya mengangguk sambil senyum. Akupun mulai meraba dadanya dengan halus sambil bibirku tak pernah henti melumat bibir tipisnya. Tanganku kian nakal mencoba berkelana dibalik T. Shirtnya dan meremas ke dua gunung kembarnya yang masih terbalut BH. Deru nafasnya terdengar memburu sementara burung dibalik celanaku kian liar dan membesar seperti mau berontak. Kurangkul tubuhnya, kurengkuh aroma tubuhnya yang harum dan tanganku kian merajalela, tanpa sepengetahuannya (mungkin) aku sudah berhasil melepas pengait BH nya sehingga dengan bebas tangan kananku membelai dan meremas buah dadanya yang keras sementara tangan kiriku masih tetap mendekapnya. Buah dadanya memang tidak terlalu besar, tapi ini ukuran yang paling pas buatku. Kugesek-gesekkan pahaku ke pangkal pahanya yang secara spontan mulai sedikit terbuka. Kurasakan ada hawa panas di sana. Bibirku dengan rakusnya melalap bibir tipisnya. Aku enggan melepas pagutanku terutam karena bau mulutnya yang bagai bau mulut bayi, segar. Tapi ukuran sofa kurasakan amat mengganggu karena terlalu sempit sehingga mengurangi gerakan kami. Lalu kuhentikan pagutanku. “Kita pindah, yuk,” tawarku “Kemana?” tanyanya. “Ke kamar,” jawabku. “Mas..” “Ya?” Ia berusaha bangun dan aku berhenti menindihnya. Kami kemudian duduk. Ia menatap kedepan ke arah TV sementara aku memandangnya penuh tanya. “Seharusnya kita nggak begini..” ia berhenti sejenak. Aku diam menunggu tetap mencoba untuk mengontrol diri. “Aku ini pacar sahabat, Mas Bari,” lanjutnya. “Ya,” jawabku singkat. Lalu kami sama-sama terdiam. Berbagai pikiran berkecamuk dikepala kami. “Aku minta maaf, Vit,” ucapku tulus. Dia menoleh memandangku dan. Tersenyum. “Nggak papa. Aku juga yang salah terlanjur suka pada Mas Bari dan mungkin karena kecewa pada Mas Dudy,” jawabnya tenang. Tangannya terulur mengusap pipiku. “Kamu gagah, Mas,” pujinya, “Ayo kita ke kamar,” pintanya. “Vita nggak keberatan?” tanyaku bagai tak percaya. “Kita bercumbu saja ya, Mas? Soalnya untuk yang satu itu aku belum pernah melakukan,” ujarnya polos. “Tapi saling raba boleh, kan?” “Ih, Mas Bari nakal,” ujarnya sambil mencubit pahaku. Akupun segera meraih tubuhnya, mengajaknya berdiri. Lalu tubuh semampai itu kugendong. Tangannya melingkar di leherku. Sambil berjalan menuju kamarku bibirku tetap lekat di bibirnya. Setiba dalam kamar, pelan-pelan tubuh itu kuletakkan dipembaringan sambil terus memagutnya. Kami bergulingan di kasur. Tubuhnya terasa kian panas. Aku mencoba melepas kaosnya. BH yang tadinya sudah kucopot masih berada di balik bajunya. Ia membantu mencopot kaosnya sehingga tanpa susah payah aku berhasil menelanjangi bagian atas tubuhnya. Darahku kian bergolak memandang tubuhnya yang bak pualam, kulit kuning langsat, bersih, halus tanpa ada sedikitpun cela, sempurna. Lalu tangany meraba seluruh bagian atas tubuhnya terutama ke dua gunung kembarnya yang padat dan keras pertanda birahinya juga sudah meninggi. Ketika aku berada di atas tubuhnya, secara halus kususupkan paha kananku ke selangkangannya dan dia merespon dengan membuka kedua pahanya sedikit sehingga ujung pahaku bebas melakukan aktifitas. Pinggulnya juga secara spontan ikut bergerak mengikuti irama gesekan pahaku. Serangankupun mulai kutingkatkan. Sambil melingkarkan tangan kananku di lehernya, bibirku tetap mengulum bibirnya sambil lidahku berkelahi dengan lidahnya didalam rongga mulutnya. Tangan kiriku pelan-pelan bergerak menyingkap roknya dan secara halus mengelus pahanya, terus bergerak ke atas dan berhenti di pangkal pahanya, lalu menyentuh Cdnya. CD itu sudah basah, rupanya ia sungguh sudah birahi. Kulepas pagutanku. Mulutnya berdesah ketika tanganku berusaha menyusup kebalik Cdnya dan berhenti di bibir vaginanya. Sungguh, bibir itu sudah sangat basah. Jari tengahku mengelus-elus bibir vaginanya. Ia semakin menggelinjang sambil membuka pahanya untuk memberikan jalan bagi jariku agar lebih leluasa bekerja disana. Tapi jariku masih merasa terganggu sehingga Cdnya segera kupelorotkan Ia mengangkat pantatnya agar aku mudah mencopot CD nya. Setelah itu pengait roknya kulepas, kutarik resluiting riknya dan kuturunkan rok itu dari pinggangnya, maka dihadapanku kin tergolek dalam nafas memburu sesosok tubuh wanita yang penuh pesona memandangku penuh birahi. Ketika aku terpana melihat keindahan tubuhnya ia berusaha bangkit, tangannya meraih pinggangku lalu membuka baju kaor yang kukenakan. Setelah itu ia berusaha membuka ikat pinggangku mencopot celanaku sekalian celana dalamku sehingga akupun kini sudah telanjang, persis seperti dia. Matanya terbelalak menyaksikan burungku yang tegak mengacung, besar, panjang dan kaku. “Wow. Besar sekali, Mas,” pekiknya meraih burungku. Di elus-elusnya. “Pernah pegang punya Dudy, nggak?” tanyaku. Ia mendongak memandangku. “Ih, Mas Bari jangan tanya gitu, dong. Itu kan sangat pribadi,” ucapnya protes. “Sorry,” sahutku. Sambil mengelus buah dadanya. “Di cium dong, sayang,” pintaku. Iapun segera membungkuk dan mencium burungku. Betul-betul hanya dicium dengan hidungnya sesekali permukaan bibirnya menempel di kulit burungku. Tampaknya dia belum pernah melakukan oral sex. “Di kulum dong, sayang,” bisikku. “Di masukin mulut?” tanyanya seperti nggak percaya. “Iyya.” “Ah, aku belum pernah begini, Mas,” jawabnya polos. “Coba aja. Enak, kok,” desakku. Akhirnya dengan ragu-ragu ia memasukkan kepala burungku ke mulutnya. Lidahnya belum bermain, hanya mendorongnya maju mundur, bahkan sesekali burungku tersangkut giginya sehingga menimbulkan sedikit rasa sakit. Rupanya ia betul-betul belum ngerti, masih polos. Setelah memaju mundurkan burungku di dalam mulutnya sekitar 10 menit, ia terlihat kelelahan. Iapun menghentikan gerakannya dan merebahkan diri telentang. Aku kemudian berjongkok, membuka pahanya, lalu kepalaku kususupkan kesana. Hidungku mencium vaginanya lalu bibirku menjilati bibir vaginanya. Ia terpekik sambil meremas kepalaku. “Mas, jangan. Jorok,” Aku tidak peduli. Lidahku kian gencar berputar di klitorisnya membuat pantatnya bergerak naik turun sambil mulutnya tak pernah henti berdesah. Bukan hanya lidahku yang berputar meliuk-liuk di seputar klitnya, dua jari tangankupun ikut menyusup memasuki liangnya, membuatnya terpekik-pekik kenikmatan. Hanya sebentar saja jari-jariku bermain disana ketika tiba-tiba saja tubuhnya mengejang. Pantatnya terangkat tinggi, bulu rmanya ikut berdiri. Rupanya ia telah orgasme. “Ooohh.. Maass.” lenguhnya panjang. Kedua tangannya merangkulku dengan ketat sementara burungku kian tegang. Aku hentikan aktifitasku. Kupandangin tubuhnya yang lemas. Ada senyum disana. “Enak, sayang?” bisikku. Dia mengangguk. “Apa Mas sudah keluar?” tanyanya tidak mengerti. Aku ketawa kecil. “Belum. Lihat nih, masih kencang betul,” sahutku mengelus-elus vaginanya. “Jadi gimana dong?” tanyanya. “Aku masukin, ya?” “Tapi aku belum pernah, Mas,” “Saya tahu. Aku masukin kepalanya aja, tidak akan merusak selaput daramu.” “Betul, Mas?” Aku mengangguk mengiyakan. Dalam hati aku memang telah berjanji tidak akan merusaknya kalau memang dia masih perawan. “Iyya deh, Mas. Tapi pelan-pelan aja ya? Aku takut,” ucapnya pasrah. Aku kemudian membungkuk, mencium bibirnya yang basar. Dengan sabar kuelus kedua gumpalan gunungnya, sesekali kuremas. Aku berusaha membangkitkan kembali gairahnya setelah ia mengalami orgasme. Tangankupun segera berkelana ke selangkangannya dan memainkan jari-jariku ke dalam liang vaginanya tapi tidak terlalu dalam. Vaginanya kembali basah kuyup. Birahinya muncul lagi dalam waktu singkat. Lalu tangannya kuraih kubimbing ke arah burungku. Begitu jarinya menyentuh burungku langsung di remas dan di kocok-kocoknya. Setelah merasa bahwa birahinya telah bergolak akupun berjongkok, membuka lebar pahanya sehingga bibir vaginanya terbuka memperlihatkan klitoris dan liangnya yang berwarna kemerah-merahan. Burungkupun ku arahkan kesana. Kepalanya kugosok-gosokkan di permukaan vaginanya. Mulutnya mendesis-desis keenakan, lalu secara perlahan tapi pasti kutekan burungku masuk sarangnya. Ia terpekik kecil. Jari-jarinya erat mencengkram punggungku. Pantantnya terangkat sehingga burungku semakin masuk menyusup, belum semua karena aku taku akan merobek selaput darahnya. Dengan posisi burungku separuh yang masuk aku membuat gerakan maju mundur. Hal ini membuatnya betul-betul menggelinjang keenakan sementara vaginanya semakin banjir rupanya ia lagi-lagi orgasme yang berkesinambungan tapi belum orgasme total. Aku kemudian menggulingkan tubuhku untuk merubah posisi sehingga ia kini berada di atas tubuhku menyebabkan aktifitas membuat gerakan dilakukan oleh Vita. Mulanya pelan-pelan, lalu ketika buah dadanya tepat di depan mulutku, maka gumpalan kenyal itupun ku kulum. Ia menggelinjang dan mempercepat gerakan pantatnya. Tiba-tiba ia menekan pantatnya dengan kuat disertai pekik kesakitan untuk sesaat, maka seluruh batang kemaluanku amblas. Sakitnya memang tidak terlalu terasa karena vaginanya sudah banjir hanya terasa ketika selaput perawannya robek. Setelah itu tak ada lagi rasa sakit, yang ada hanyalah kenikmatan yang tiada tara. “Mas.. Robek sudah Mas.. Ooohh.” “Iyya sayang.. Maaf,” “Bukan salah Mas. Aku yang nggak tahan,” celotehnya mempercepat gerakannya. “Maass.. Aku mau keluar lagi.” “Aku juga sayang.. Dicabut ya?” tanyaku. “Jangan, biar aja. Sudah kepalang aduh maass.. Aku.. Kkkeeluaarr.” “Aku juga sayaanng,” pekikku ketika air meniku menyemprot keluar bersamaan dengan puncak orgasmenya. Luar biasa nikmatnya. Ia merebahkan tubuhnya yang berkeringat diatas tubuhku. Aku mendekapnya erat seakan tak mau melepas tubuhnya. Batang kemaluanku masih bersarang di dalam rongga vaginanya sementara di luar sana hujan mulai berhenti menyisakan rintik yang pelan. “Maaf, ya sayang. Akhirnya aku telah merusakmu,” bisikku sambil bengecup lehernya. “Nggak papa kok, Mas. Aku yang mau dan aku puas,” “Bagaimana dengan Mas Dudy?” tanyaku. “Peduli amat,” ungkapnya mengangkap tubuhnya duduk diatas selangkanganku karena kemaluan kami masih saling menempel. “Jujur saja Mas. Aku sebenarnya kesini, selain untuk memperjelas hubungan kami juga untuk menyelidiki berita kalau ia selalu gonta-ganti cewek dan sering bercinta di rumah ini. Aku juga yakin kalau cintanya padaku hanya dimulut, terbukti ketika aku menolak ML dengannya, ia tidak pernah lagi mengontakku,” ujarnya ketus. “Jadi..?” “Jadi ya, itu. Aku nggak mau tahu lagi. Aku cuma mau pembuktian. Apa dia benar-benar mencintaiku atau hanya mau iseng,” “Terus kita, gimana?” tanyaku. “Terserah Mas. Bagiku, dari perkenalan singkat. Aku yakin Mas orang baik penyayang.” “Kalau aku bilang aku mau jadi pacar Vita gimana?” “Jangan tanya aku, Mas karena aku pasti mau. Tapi berpikir dulu yang matang.” “Justru Vita yang saya minta berpikir matang. Aku saat ini masih kerja serabutan, tapi aku janji akan mencari kerja yang layak sesuai ijazahku.” “Terus, Mas?” desaknya “Aku ingin melamarmu. Aku tidak tahu, wanita yang seperti Vita yang selalu ada dalam anganku. Terutama karena aku yang telah mengambil perawanmu,” mendengar kalimatku itu ia lalu memelukku, menghujaniku dengan ciuman. “Makasih, Mas.” E N D
    download vidio bokep durasi panjang nuansa pedesaan romantis crot di dalam memek,
  • Cerita Hot Pemuas Nafsu Anak Bos

    Cerita Hot Pemuas Nafsu Anak Bos


    734 views
    https://4.bp.blogspot.com/-F0GFphJ9utU/WFtV0QFXasI/AAAAAAAAFX0/1lUUYXscTdM4JIBQeaRDu1W0TALDcUcIgCLcB/s640/Cerita%2BDewasa%2BIGO%2BTermewah%2B2017%2BPemuas%2BAnak%2BBos.jpg
    Cerita Hot Pemuas Nafsu Anak Bos, Belum lama ini aku bergabung dgn sebuah perusahaan eksportir fashion ternama di kotaku. Pemilik perusahaan itu mempunyai anak gadis yg cantik. Namanya Chika, umurnya 22 tahun, baru lulus sekolah dari Singapore, Waktu masih SMA Chika sempat berprofesi sebagai model lokal. Nah, Chika itu ditugaskan sebagai asisten GM, yaitu aku. Jadi tugasnya membantuku sambil belajar. Cerita Hot Pemuas Nafsu Anak Bos Cerita Hot Pemuas Nafsu Anak Bos Singkat cerita, Chika semakin dekat dgnku dan sering bercerita. “Danang, cowok tuh maunya yg gimana sih. Ehm… kalo di ranjang maksud gue” “Nang, kamu kalo lagi horny, sukanya ngapain?” “Kamu suka terangsang enggak Nang, kalo liat cewek seksi?” Yah seperti itulah pertanyaan Chika kepadaku. Terus terang percakapan-percakapan kami diselang waktu kerja semakin intim dan seringkali sensual. “Kamu pernah gituan nggak Yu?, tanyaku. “Ehm.., kok mau tau?”, tanyanya lagi. “Iya”, kataku. “Yah, sering sih, namanya juga kebutuhan biologis”, jawabnya sambil tersipu malu. Kaget juga aku mendengar jawabannya seperti itu. Nih anak, kok berani terus terang begitu. Pernah ketika waktu makan siang, ia kelepasan ngomong. “Cewek Bali itu lebih gampang diajakin tidur daripada makan siang”, katanya sambil matanya menatap nakal. “Kamu seneng seks?”, tanyaku. “Seneng, tapi aku enggak pandai melayani cowok”, katanya. “Kenapa begitu?”, tanyaku lagi. “Iya, sampe sekarang pacarku nggak pernah ngajak kimpoi. Padahal aku sdh kepengen banget.” “Kepengen apa?”, tanyanku. “kimpoi”, katanya sambil tertawa. Suatu ketika ia ke kantor dgn pakaian yg dadanya rendah sekali. Aku mencoba menggodanya, “Wah Chika kamu kok seksi sekali. Aku bisa lihat tuh bra kamu”. Ia tersipu dan menjawab, “Suka enggak?”. Aku tersenyum saja. Tapi sore harinya ketika ia masuk ruanganku, bajunya sdh dikancingkan dgn menggunakan bros. Rupanya dia malu juga. Aku tersenyum, Cerita Sex Terbaru “Aku suka yg tadi.” Suatu ketika, setelah makan siang Chika mengeluh. “Kayaknya cowokku itu selingkuh.” “Kenapa?”, tanyaku. “Habis udah hampir sebulan enggak ketemu”, katanya. “Terus enggak.., itu?”, tanyaku. “Apa?” “Itu.. seks”, kataku. “Yah enggak lah”, katanya. “Kamu pernah onani enggak?”, tanyaku. Dia kaget ketika aku tanya begitu, namun menjawab. “Ehm… kamu juga suka onani?” “Suka”, jawabku. “Kamu?”, tanyaku. “Sekali-sekali, kalo lagi horny”, jawabnya jujur namun sedikit malu. Pembicaraan itu menyebabkan aku terangsang, Chika juga terangsang kelihatannya. Soalnya pembicaraan selanjutnya semakin transparan. “Chika, kamu mau gituan enggak.” “Kapan?” “Sekarang.” Cerita Sex Pemuas Anak Bos | Dia tdk menjawab, namun menelan ludah. Aku berpendapat ini artinya dia juga mau. Well, setelah berbulan-bulan flirting, sepertinya kita bakalan just do it nih. Sore itu kami pun pergi berdua. Kubelokkan mobil ke arah motel yg memang dekat dgn kantorku. “Nang, kamu beneran nih?”, tanyanya. “Kamu mau enggak?” “Aku belum pernah main sama cowok lain selain pacarku.” “Terakhir main kapan?” “Udah sebulan.” “Trus enggak horny?” “Ya onani.. lah”, jawabnya, semakin transparan. Mukanya agak memerah, mungkin malu atau terangsang. Aku terus terang sdh terangsang. This is the point of no return. Aku sadar sih, ini bakalan complicated. But… nafsuin sih. “Terus, kapan kamu terakhir dapet orgasme” “Belum lama ini.” “Gimana?” “Ya sendirilah.. udah ah, jangan nanya yg gitu.” “Berapa kali seminggu kamu onani?”, tanyaku mendesaknya. “Udah ah… yah kalo horny, sesekali lah, enggak sering-sering amat. Lagian kan biasanya ada Ardi (cowoknya)” “Kamu enggak ngajak Ardi?” “Udah.” “Dan..?” “Dia bilangnya lagi sibuk, enggak sempet. Main sama cewek lain kali. Biasanya dia enggak pernah nolak.” Siapa sih yg akan menolak, bersenggama sama anak ini. Gila yah, si Chika ini baru saja lulus kuliah, tapi soal seks sepertinya sdh terbiasa. “Nang, enggak kebayg main sama orang lain.” “Coba aja main sama aku, nanti kamu tau, kamu suka selingkuh atau enggak.” “Caranya?” “Kalo kamu enjoy dan bisa ngilangin perasaan bersalah, kamu udah OK buat main sama orang lain. Tapi kalo kamu enggak bisa ngilangin perasaan bersalah, maka udah jangan bikin lagi”, kataku. “Kamu nanti enggak bakal pikir aku cewek nakal.” “Enggaklah, seks itu normal kok. Makanya kita coba sekali ini. Rahasia kamu aman sama aku”, kataku setengah membujuk. “Tapi aku enggak pintar lho, mainnya”, katanya. Berarti sdh OK buat ngeseks nih anak. Mobilku sdh sampai di kamar motel. Aku keluar dan segera kututup pintu rolling door-nya. Kuajak dia masuk ke kamar. Tanpa ditanya, Chika ternyata sdh terangsang dgn pembicaraan kami di mobil tadi. Dia menggandengku dan segera mengajakku rebahan di atas ranjang. “Kamu sering main dgn cewek lain, selain pacar kamu, Nang?” “Yah sering, kalo ketemu yg cocok.” “Ajarin aku yah!” Tanganku mulai menyentuh dadanya yg membusung. Aku tdk tahu ukurannya, tapi cukup besar. Tanganku terus menyentuhnya. Ia mengerang kecil, “Shh.. geli Nang.” Kucium bibirnya dan ia pun membalasnya. Tangannya mulai berani memegang batang pEnis yg menegang di balik celanaku. “Besar juga…”, katanya dgn mata setengah terpejam. “Ayo, Nang aku horny nih.” Kusingkap perlahan kaos dalamnya, sampai kusentuh buah dadanya, branya kulepas, kusentuh-sentuh putingnya di balik kaosnya. Uh.. sdh mengeras. Kusingkap ke atas kaosnya dan kuciumi puting susunya yg menegang keras sekali, kuhisap dan kugigit pelan-pelan, “Aaahh… aahh… ahh, terus Nang… aduh geli… aahh… ah…” Chika yg masih muda ternyata vokal di atas ranjang. Terus kurangsang puting susunya, dan ia hampir setengah berteriak, “Uuh… Nang… uh…” Aku sengaja tdk mau main langsung. Kuciumi terus sampai ke perutnya yg rata, dan pusarnya kuciumi. Hampir lupa, tubuhnya wangi parfum, mungkin Kenzo atau Issey Miyake. Pada saat itu, celanaku sdh terbuka, Aku sdh telanjang, dan batang pEnis kupegang dan kukocok-kocok sendiri secara perlahan-lahan. Ah.. nikmat. Bibirnya mencari dan menciumi puting susuku. Cerita Dewasa 2017 “Enak… enak Chika”, rangsangannya semakin meningkat. “Aduuhh.. udah deh… enggak tahan nih”, ia menggelinjang dan membuka rok panjangnya sehingga tinggal celana dalamnya yg berwarna merah berenda. Bibir dan lidahku semakin turun menjelajahi tubuhnya, sampai ke bagian liang vAginanya, bulu mEmek tdk terlalu lebat, dan bersih. Kusentuh perlahan, ternyata basah. Kuciumi liang vAginanya yg basah. Kujilati dan kusentuh dgn lidahku. liang kenikmatan Chika semakin basah dan ia mengerang-erang tdk karuan. Tangannya terangkat ke atas memegang kepalanya. Kupindahkan tangannya, dan yg kanan kuletakkan di atas buah dadanya. Biar ia menyentuh dirinya sendiri. Ia pun merespon dgn memelintir puting susunya. Kuhentikan kegiatanku menciumi liang vAginanya. Aku tidur di sampingnya dan mengocok batang pEnis perlahan. Dia menengokku dan tersenyum, “Nang.. kamu merangsang aku.” “Enak.. Hmm…” Matanya terpejam, tangannya masih memelintir putingnya yg merah mengeras dan tangan yg satunya dia letakkan di atas liang vAginanya yg basah. Ia menyentuh dirinya sendiri sambil melihatku menyentuh diriku sendiri. Kami saling bermasturbasi sambil tidur berdampingan. “Heh.. heh.. heh.. aduh enak, enak”, racaunya. “Gile, Nang, gue udah kepengin nih.” “Biar gini aja”, kataku. Tiba-tiba dia berbalik dan menelungkup. Kepalanya di selangkanganku yg tidur telentang. Batang pEnis dihisapnya, uh enak banget. Nih cewek sih bukan pemula lagi. Hisapannya cukup baik. Tangannya yg satu masih tetap bermain di liang vAginanya. Sekarang tangannya itu ditindihnya dan kelihatan ia sdh memasukkan jarinya. “Uh… uh… Nang, aku mau keluar nih, kita main enggak?” Kuhentikan kegiatannya menghisap batang pEnis. Aku pun hampir klimaks dibuatnya. “Duduk di wajahku!”, kataku. “Enggak mau ah.” “Ayo!” Ia pun kemudian duduk dan menempatkan liang vAginanya tepat di wajahku. Lidah dan mulutku kembali memberikan kenikmatan baginya. Responnya mengejutkan, “Aughhh…” setengah berteriak dan kedua tangannya meremas buah dadanya. Kuhisap dan kujilati terus, semakin basah liang vAginanya. Tiba-tiba Chika berteriak, keras sekali, “Aahhh… ahhh…”, matanya terpejam dan pinggulnya bergerak-gerak di wajahku. “Aku.. keluar”, katanya sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan tubuhnya seperti tersentak-sentak. Mungkin inilah orgasme wanita yg paling jelas kulihat. Dan tiba-tiba, keluar cairan membanjir dari liang vAginanya. Ini bisa kurasakan dgn jelas, karena mulutku masih menciumi dan menjilatinya. “Aduh… Nang.. enak banget. Lemes deh”, ia terkulai menindihku. “Enak?”, tanyaku. “Enak banget, kamu pinter yah. Enggak pernah lho aku klimaks kayak tadi.” Aku berbalik, membuka lebar kakinya dan memasukkan batang pEnis ke liang vAginanya yg basah. Chika tersenyum, manis dan malu-malu. Kumasukkan, dan tdk terlalu sulit karena sdh sangat basah. Kugenjot perlahan-lahan. Matanya terpejam, menikmati sisa orgasmenya. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Sex IGO Termewah 2017 Pacarku Sarah “Kamu pernah main sama berapa cowok, Chika?”, tanyaku. “Dua, sama kamu.” “Kalo onani, sejak kapan?” “Sejak di SMA.” Pinggulnya sekarang mengikuti iramaku mengeluar-masukkan batang kemaluan di liang vAginanya. “Nang, Chika mau lagi nih.” Uh cepat sekali ia terangsang. Dan setelah kurang lebih 3 menit, dia mempercepat gerakannya dan, “Uhh… Nang.. Chika keluar lagi…” Kembali dia tersentak-sentak, meski tdk sehebat tadi. Cerita Sex Pemuas Anak Bos | Aku pun tak kuat lagi menahan rangsangan, kucabut batang pEnis dan kusodorkan ke mulutnya. Ia mengulumnya dan mengocoknya dgn cepat. Dan “Ahhh…” klimaksku memuncratkan air mani di wajah dan sebagian masuk mulutnya. Tanpa disangka, ia terus melumat batang pEnis dan menjilat air maniku. Crazy juga nih anak. Setelah itu aku berbaring dan berkata, “Chika, kamu bercinta dgn baik sekali.” “Kamu juga”, mulutnya tersenyum. Kemudian ia berkata lagi, “Kamu enggak nganggap Chika nakal kan Nang?” Aku tersenyum dan menjawab, “Kamu enjoy enggak atau merasa bersalah sekarang.” Dia ragu sebentar, dan kemudian menjawab singkat, “Enak..” “Nah kalau begitu kamu emang nakal”, kataku menggodanya. “Ihh… kok gitu..” Aku merangkulnya dan kami tertidur. Setelah terbangun, kami mandi dan berpakaian. Kemudian kembali ke kantor. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih mampir ke motel. Aku sih santai saja, yg penting rahasia kami berdua tetap terjamin.
  • Cerita Seks Pelajar Paling Hot Anak SMP

    Cerita Seks Pelajar Paling Hot Anak SMP


    537 views
    https://3.bp.blogspot.com/-mtGh0C8mjvA/UrCuJPlZPCI/AAAAAAAAB3A/IhwBAm0847Q/s1600/devi+cewek+bispak+hot+1.jpg
    Cerita Seks Pelajar Paling Hot Anak SMP Baru pertama kali ini aku melihat dan memegang batang penis laki-laki. Ternyata besar dan keras. Batang penis Bobi ternyata sudah tegang mengeras. “Iin sayang.. ayo donk…” pinta Bobi lagi. Dengan ragu-ragu ku masukkan perlahan batang penis Bobi ke mulutku, aku diamkan batang penis itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal banget. “Sayang.. hisapin donk kayak kamu pas makan permen” Bobi mengajariku. Cerita Sex Pelajar Paling Hot Anak SMP Cerita Sex Pelajar Paling Hot Anak SMP Namaku Iin aku masih dukuk di bangku kelas 2 SMP. Orang bilang aku cantik, kulitku putih mulus, hidung mancung, sepintas aku irip indo. Tinggi badanku 160 cm, ukuran bra ku 34, cukup besar untuk gadis seusiaku. Cerita sex pelajar, Aku punya pacar dia kakak kelasku, Bobi namanya, kami sering bertemu di sekolah. Bobi seorang siswa yg biasa-biasa saja, di tdk menonjol di sekolahku. Aku tertarik dengannya karena dia baik padaku. Entah kebaikannya itu tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah aku teregolong populer. Banyak siswa laki-laki mencari perhatian padaku. Tp entah mengapa aku malah memilih Bobi Singkatnya, aku pacaran sama Bobi. Teman-temanku banyak yg menyayangkan aku pacaran sama Bobi, padahal masih ada si Jack anak seorang pengusaha, Si Heru yg selalu juara kelas, dan Si Ikbal jago basket, dan lainya. Entah mengapa aku tdk menaruh perhatian pada mereka-mereka itu. Hubunganku dengan Bobi sudah berjalan hampir lima bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih smp jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Sebenarnya kedua orang tuaku melarangku untuk berpacaran, belum umurnya katanya. Tp apa boleh buat, kalau yg namanya cinta sudah melekat, apapun jadi nikmat Sabtu siang sepulang sekolah aku janjian sama Bobi. Aku mau nemenin Bobi main kerumah temenya. Aku bilang ke ortu bahwa sabtu aku pulang agak telat karena ada pelajaran tambahan. Aku berbohong. Di tasku sudah kusiapkan baju dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc untuk mengganti seragamku dengan baju dan celana yg sudah kubawa dari rumah. Bobi pun begitu. Koleksi Cerita Panas Terkini 2017, Dari sekolahku kerumah teman Bobi kami naik bis. Setibanya disana, aku diperkenalkan dengan teman Bobi, Iwan namanya. Rumahnya sepi, karena ortu Iwan sedang keluar kota dan pembantunya pun baru pulang kampung. Iwan juga bersama pacarnya, Norma. , sesekali kakak Iwan yg sudah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Iwan dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kata Iwan. Jadi di rumah itu hanya kami berempat. Kami ngobrol dan bercanda bersama. Tak lama kemudian, Iwan dan Bobi pergi kedapur untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Norma, dari Norma, aku tau bahwa Iwan telah berhubungan selama kurang lebih satu tahun. Iwan dan Norma satu sekolah. juga si smp hanya berlainan dengan sekolahku. 15 menit kemudian, Iwan dan Bobi kembali dengan membawa minuman dan dua pirin makanan kecil. Setelah menghidangkan makanan dan minuman itu, Iwan berdiri dan memutar dvd. filam baru katanya. Aku nggak ngerti, aku pikir cuma film bioskop biasa. Iwan menyilahkan kami minum. Aku minum minuman Bobi yg diberikannya.Sepuluh menit berlalu, bersamaan dengan itu ada rasa aneh yg merasuki tubuhku. Rasa… merinding hangat di layar tv tampak adegan seorang wanita bule yg sedang di entot dua pria negro. Aku berniat untuk pulang, tetp entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menontont film bokep itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton film bokep. Badanku makin nggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menjadi-jadi. Aku lihat Iwan dan Norma sudah saling melepaskan pakaian mereka bugil dihadapan aku dan Bobi. Iwan dan Norma saling berpelukan, berpagutan tampak Iwan mnciumi toket Norma dan menghisap-hisap puting susunya, tampaknya mereka berdua sudah sering melakukanya. Mereka berdua tampak tdk canggung lagi Norma mengulum peler Iwan persis seperti kejadian di film bokep itu. Norma juga sepertinya sudah terbiasa penis Iwan bak permen, dikulum, di hisap oleh Norma. Bobi merapatkan tubuhnya kepadaku “In.. kamu sayang aku nggak sich?”tanyanya padaku. “Eh.. memang kenapa, Bob ?” kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan pergumulan Iwan dan Norma “Aku pengen kayak mereka berdua” kata Bobi sambil menunjuk pada Iwan dan Norma yg semakin hot. Tampak Iwan mulai menindih Norma, dan memasukkan batang penisnya ke lubang memek Norma. Dengan diikuti erangan kecil Norma, Batang penis itu masuk seluruhnya ke lubang memek Norma. Gairahku semakin menggelora entah kenapa? Seluruh tubuhku merinBobg. “Iin?”kata Bobi lagi. “Eh nggak ah nggak mau malu.” kataku. -cerita hot- “Malu sama siapa Sayang?”kata Bobi. Tangan Bobi mulai meraba dadaku. Kutepis pelan tangannya. “Malu sama Iwan dan Norma tuh” kataku. “Ah mereka aja nggak malu ayo dong In aku sudah pengen banget nih” kata Bobi. “Ah..nggak ah “kataku. Gairahku makin tak karuan mendengar erangan-erangan Iwan dan Norma. Tak terasa tangan Bobi mulai mumbuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkanya sehingga bajuku terlepas. Aku hanya memakai Bra dan celana panjang. Adegan-adegan di tv bertambah hot sekarang cewek bule itu di entot 3 pria negro 2 pria itu memasukkan penisnya ke lubang memek dan pantatnya sedangkan satunya penisnya lagi di sepong oleh si cewek bule. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan yg luar biasa. Tangan Bobi mulai meraba dan meremas-remas toketku yg ranum dan belum pernah sama sekali disentuh oleh siapapun. “Sayang.. bh nya dibuka ya..” pinta Bobi Aku mengangguk, aku jadi ingin merasakan lebih nikmat lagi. Dengan cepat Bobi melepaskan bh ku… aku sekarang sudah telanjang dada. Bobi mengulum puting susuku dan meremas-remas toketku yg masih kenyal. “Toketmua nikmat sekali, sayang belum pernah ada yg menyentuhnya” kata Bobi sambil terus memainkan toketku. “Belum Bob.. oocchhh.. nikmaatt Bob..terusss…jangan berhentii” kataku Baru kali ini aku merasakan kenikmatan yg luar biasa itu. Kulirik Iwan dan Norma, mereka berdua sekarang bermain dengan gaya doggy style. Norma dengan posisi nungging dan Iwan menyodoknya dari belakang terdengar erangan dan rintihan mereka gairahku semakin menggila “Sayang buka celanamu ya,, aku udah nggak tahan nich” pinta Bobi “Jangan Bob… aku takut” kataku “takut kenapa sayang..?” “Aku takut hamil Bob” kataku “Nggak bakalan hamil sayang… nanti aku keluarkan di luar memekmu, kalau hamilpun aku akan tanggung jawab.. percayalah…” katanya Aku diam saat Bobi membuka kancing celanaku, aku diamkan saja, tak lama kemudian, dia melepas celana dan celana dalamku tampak gundukkan memekku dengan bulu-bulu yg lumayan tebal. Kini aku sudah bugil. Bobipun melepas seluruh pakaianya, kami berdua bugil. Tangan Bobi meremas toketku. Kulirik Iwan dan Norma, eh mereka bersodomi Norma sudah biasa bersodomi rupanya, kulihat penis Iwan keluar masuk di lubang anus Norma sedangkan tangan kiri Norma menggesek-gesek memeknya sendiri yg sudah basah oleh lendir kenikmatan. Erangan Norma terdengar semakin liar. Bobi pun terus mengerjaiku, tanganya mulai merayapi bulu memekku. Salah satu jarinya di tusuukan ke lubang memekku. “Auwhh.. sakitt, pelan-pelan Bob” jeritku ketika jarinya memasuki lubang memekku. Bobi agak sedikit menarik jari itu dan bermain di bibir memekku, tak lama kemudian memekku sudah basah. “Sayang, Sepongin donk punyaku” pinta Bobi sambil menyodorkan batang penisnya ke wajahku. “Ah…nggak ah” kataku meolak “Kamu jijik ya..? punyaku bersih kok… ayo donk sayang… Norma aja berani tuh” pinta Bobi memelas Baru pertama kali ini aku melihat dan memegang batang penis laki-laki. Ternyata Liat dan keras. Batang penis Bobi ternyata sudah tegang mengeras “Iin sayang.. ayo donk…” pinta Bobi lagi. Dengan ragu-ragu ku masukkan perlahan batang penis Bobi ke mulutku, aku diamkan batang penis itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal banget. “Sayang.. hisapin donk kayak kamu pas makan permen” Bobi mengajariku Perlahan kuhisap-hisap, kujilati lubang penis itu dengan lidahku lama-kelamaan aku merasa senang menghisapnya, kuhisap keras.. ku sedot-sedot, kujilati, ku maju mundurkan penis itu di dalam mulutku, terdengar berulang kali erngan Bobi “Ooohh.. ohhhh… nikmat sayang teruskan.. aahhhh” erangan Bobi Tangan Bobi terus menggesek-gesek memekku. Sudah tdk terasa sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah. Aku jadi senang menghisap batang penis Bobi terus kukulum, kuhisap, kujilati, kusedot-seodt ihh.. nikmat juga pikirku. Tiba-tiba Bobi menarik batang penisnya dan langsung mengarahkan ku lubang memekku, aku pasrah, dimasukkanya batang penisnya ternyata meleset, Bobi melumuri tanganya dengan air liurnya kemudian tanganya itu di usapakan ke batang penisnya dan mencoba lagi memasukkan batang penisnya ke lubang memekku, ketika kepala penisnya masuk ke lubang memekku, aku menjerit. “Auuwwhhh sakit Bob pelan-pelan donk” gairahku semakin meninggi.. aku ingin merasakan kenikatan yg lebih. Bobi menusukkan batang penisnya ke lubang memekku pelan kurasakan sesak memekku ketika kepala penis itu masuk ke dalamnya, Bobi lagi menghentakkan batang penisnya sehingga amblas semuanya ke dalam lubang memekku. “Aaaacchhhh periih banget Bob” kataku. Bobi diam sejenak memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. “Tenang Sayang, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok ” katanya. Perlahan-lahan Bobi mengocok batang penisnya di lubang memekku. Masih terasa perih sedikit, kocokkan Bobi sewmakin cepat.Aneh, perih itu sudah tak terasa lagi, yg ada hanya rasa nikmat yg luar biasa. “Bob.. terus… occchhhh….ohhh…nikmatt” kataku Sempat aku melirik Iwan dan Norma masih dalam posisi sodomi. Gimana rasanya di sodomi ya, pikirku. Doni semakin menggencarkan kocokkanya, aku semakin mengglepar. ahh ternyata ngentot itu nikmat, surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati.. “Bob oohh..ohh..aaku aakkuu” entah apa yg aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yg ingin kukeluarkan dari dalam lubang memekku entah apa “keluarin aja sayang…kalau kamu mau keluar” kata Bobi “Ooohhh iya Bob.. aku mmau keluaarrr” tak lama kemudian terasa cairan hangat dari memekku. Bobi terus mengocok batang penisnya. “kuat juga pacarku ini”, pikirku. “Satu kosong, sayang” kata Bobi tersenyum. Bobi menarik batang penisnya hingga keluar dari dalam lubang memekku, aku sedikit kecewa “Kenapa dikeluarin Bob..”tanyaku. “Kita coba doggy style, sayang ” jawabnya sambil membimbingku berposisi nungging. Doni menyodokkan batang penisnya lagi sekarang badanku tersentak keras, terdengar erangan-erangan keras dari Iwan dan Norma, ternyata mereka sudah mencapai puncaknya kulihat sekujur tubuh mereka penuh peluh bercucuran., dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua. Aku sudah hampir 4 kali keluar tp Bobi belum apa-apa dia terus mengocok batang penisnya di lubang memekku Hampir 60 menit aku di entot Bobi, tp tampaknya Bobi belum menjukkan akan selesai. Kuat juga aku lelah sekali, lalu Bobi menarik keluar lagi batang penisnya dan mengambil pelumas yg di sampingnya. Aku ingat pelumas itu di pakai untuk melumuri lubang pantat Norma ketika mau di sodomi. eh apakah aku mau di sodomi Bobi? “Mau ngapain Bob?” tanyaku penasaran. “Seperti Iwan dan Norma lakukan, aku ingin menyodomimu…” Sebenranya aku takut, tp terdorong gairahku yg menggelora dan keingin tahuanku rasanya di sodomi, maka aku mendiamkanya ketika Bobi mulai melumuri lubang anusku dengan minyak pelumas. Tak lama kemudian, batang penis Bobi yg masih tegang mengeras itu di arahkan ke lubang anusku, meleset.. dicoba lagi kepala penis Bobi tampak mulai menusuk lubang anusku. “Aduuuh sakit sekali Bob” kataku ketika batang penis itu mulai masuk ke lubang anusku. “Tenang sayang nanti juga nikmat” jawab Bobi sambil melesakkan batang penisnya ke dalam lubang anusku “Aduuuhh saakiitttt” kataku lagi. “Tenang In, nanti nikmat deh.. aku jadi ketagihan sekarang” kata Norma sambil mengelus-elus rambutku dan menenangkanku. “Kamu sering disodomi, Ma?”tanyaku. “Wah bukan sering lagi hampir setiap hari kadang aku yg minta abis nikmat sekali sih udah tenang saja ayo Bobi coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..” kata Norma sambil menyuruh Bobi mencoba lagi. Bobi menusukkan lagi batang penisnya sehingga seluruhnya amblas ke lubang pantatku. Terasa perih di pantatku . “Tuuhh kan sudah masuk tuh… nikmat kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku.. ini nikmat kan jadi nggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hihihihihihihi”kata Norma. Aku diam saja. Cerita sex anal, Ternyata sakit kalau di sodomi. Bobi mulai mengocok batang penisnya di lubang anusku. “Pelan-pelan Bob… masih sakitt” pintaku pada Bobi “Iya Iin sayang nikmat nich, sempit”katanya. Norma kebelakang pantatku dan menggesek-gesek memekku dengan jarinya aku semakin mengejang nikmat “Norma oohhhh… nikmaattt” kataku. “Ayo Bob, kocok terus, biar aku menggesek-gesek memeknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat” kata Norma pada Bobi. Benar sekarang rasa sakit itu mulai hilang.. hanya nikmat yg kurasakan. “Hai sayang ini ada lubang nganggur mau pake? Boleh kan Bobi? Lubang yg satu ini dipake pacarku Iwan” kata Norma. “Tanya Iin saja deh, aku lagi enak nih” jawab Iwan sambil terus mengocok batang penis di di lubang anusku. “Gimana Iin? Bolehkan? Nikmat lho di dobelin aku sering kok” pinta Norma. “Ah..jangan deh” kataku. -cerita hot- “Sudahlah Iin, kasih saja aku rela kok” kata Bobi. Tiba-tiba Iwan merayap di bawahku dan menciumi toketku. Batang penisnya dipegang oleh Norma dan diarahkan ke lubang memekku. Dengan sekali sodokan, batang penis itu masuk ke lubang memekku. “Jaanng….” kataku hendak berteriak jangan tetp terlambat, batang penis itu sudah masuk ke dalam lubang memekku. Jadilah aku di sodomi dan di entot. 30 menit Iwan dan Bobi ngentot aku. Aku lelah sekali baru kali ini aku di entot 2 laki-laki… tanganku sudah tak mampu menopang tubuhku. Kakiku lemas sekali. Kenikmatan itu sendiri tak ada duanya. aku sebenarnya jadi senang di entot berdua begini tp mungkin kali ini kurang siap. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terhot 2017 Johan Adikku Selingkuhanku Aku keluar dua kali sebelum Iwan menarik keluar batang penisnya dan memasukkan ke mulut Norma. Norma menelan sperma yg keluar dari penis Iwan dengan nikmat. Kemudian Bobi melakukan hal yg sama, tadi aku ragu untuk menelanya, tp lagi-lagi rasa penasaran pada diriku mebuatku ingin rasanya menikmati spermanya Bobi. Akhirnya Bobi menyemburkan spermanya di mulutku akupun menelanya. Ahh.. rasanya asin dan agak amis.. setelah penisnya bersih, Bobi menarik keluar batang penisnya dari mulutku dan menciumku yg sudah terkapar lemas di kasur. “Makasih Iin sayang aku puas dan sayang sama kamu ” katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan sisa kenikmatan yg baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemas sekali. Kulihat di seprai ada bercak merah… darah keperawanaku dan mungki bercampur dengan darah anusku yg mungkin sobek karena di jejali batang penis Bobi. Aku mencoba bangkit untuk duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Bobi. “Bobi, aku sekarang sudah tak perawan lagi… jangan tinggalkan aku yaa…” kataku pada Bobi Kulihat Iwan dan Norma sudah tidur berpelukan dalam keadaan bugil. “Iya Iin sayang aku makin cinta sama kamu aku janji nggak akan ninggalin kamu.. tp kamu harus janji ya.. ” katanya. “Bener Bob? Kamu nggak akan ninggalin aku? Tp janji apa ?” kataku balik bertanya. “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama memekmu dan juga lubang anusmu, sayang” kata Bobi sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku menginginkan lagi.. aku juga ketagihan kataku dalam hati. “Janji ya sayang ” katanya lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk. “Sudah jangan menangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?” tawar Bobi. Aku memilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Bobi. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex.
  • Cerita Hot Birahi Bebas ABG IGO Bispak

    Cerita Hot Birahi Bebas ABG IGO Bispak


    641 views
    https://4.bp.blogspot.com/-oph4ck1ps8E/VjBb17exT7I/AAAAAAAADqI/NucwUplx2k8/s640/Foto%2BCewek%2BBohay%2BGede%2B4.jpg
    Cerita Hot Birahi Bebas ABG IGO Bispak Awal dari kejadian ini ketika sebelah kamar kost ku diisi oleh penghuni baru, biasanya aku jarang akrab dgn anak kost lain apalagi dgn cowok yg satu kost. Tp kupikir Jack beda, selain ramah dan pandai dia orngnya juga tampan dan tubuhnya athletis. Cerita Hot Birahi Bebas ABG IGO Bispak Cerita Hot Birahi Bebas ABG IGO Bispak Sudah hampir satu bulan aku mulai akrab dgn Jack, seperti biasa hari sabtu aku off sedangkan adikku sedang keluar dgn temannya (aku tinggal sekamar berdua dgn adikku yg masih kuliah). Sekitar jam sepuluh pagi sehabis mandi, aku berniat ngobrol dgn Jack, karena itu aku ke kamarnya. Apalagi obrolan kami tadi malam lumayan seru, seputar seks, sayang udah terlalu malam, aku merasa gak enak sama anak kost yg lain sehingga kami menyudahi obrolan kami.-cerita sex abg- Kulihat pintu kamar Jack terbuka sedikit, aku langsung aja membuka pintu tanpa permisi dan mendongakkan kepalaku kedalam untuk melihat penghuninya. Aku lihat Jack sedang membelakangi pintu dan dia terkejut karena aku langsung nrobos masuk aja. “Baru ngapain Jack?” kataku mengejutkannya. Cerita mesum terbaru, Jack terlihat kaget, dia berdiri terkejut sambil memegang sesuatu menghadap ke arahku. Setelah aku perhatikan ternyata dia lagi memegang k0ntolnya, aku juga jadi kaget.-cerita sex abg– Mungkin karena saking terkejutnya dia tdk langsung menaikkan celana pendeknya, sehingga aku bisa melihat jelas k0ntolnya yg sedang mengeras, berwarna kecoklatan mencuat berdiri tegak. “Maaf.. maaf..Tik..maaf” katanya kaget sambil membetulkan celana pendeknya. “Eh sorry Jack”, kataku kaget sambil menutup mata. “Aduh maaf neh”, katanya sambil menyarungkan kembali k0ntolnya dgn terburu-buru “Akh, gak pa-pa kok, kita khan udah besar”, kataku sambil tersenyum malu untuk mencairkan suasana canggung. Cerita mesum hot, Aku pun berniat pergi karena aku juga malu dan kaget. “masuk…masuk aja Tik”, katanya menahanku. Aku udah terlanjur masuk, ga enak juga langsung cabut meski aku juga sangat shock karena melihat k0ntolnya yg lagi mengeras tegang sebelumnya. Saat itu timbul juga pikiran jorokku, apalagi aku udah hampir dua bulan tdk ML. “Wah, pamer neh tadi, tp k0ntolmu BESAR banget yah, udah pernah di sodokin ke cewek belum?” tanyaku cuek bermaksud menggoda dia. “Iih apaan seh nanya nanya gituan ” sahutnya grogi. -cerita hot- “He he he he belum pernah ya, kasian juga ya”, ejekku bercanda. Mataku tertuju ke celana pendeknya, meski rudal itu sudah di “grounded” tp tonjolan di celananya masih terlihat sangat jelas. Dlm hati aku kagum dgn ukuran k0ntol Jack. “Iya neh Tik belum pernah..kasian banget”, jawabnya sambil melirik ke arahku dgn tatapan mesum. “Iiih apaan sih kamu dasar otak mesum”, kataku mencubit pipinya dgn gemas. Jack terlihat malu-malu, aku jadi semakin berani menggoda dia. “Eh mau nggak dimasukin ke punyaku? Aku pingin bnget nih dah lama nggak gituan” kataku bercanda, gawatnya dia menanggapainya serius. Cerita dewasa terbaru, Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Aku kaget melihatnya, tp aku masih belum tersadar apa yg terjadi. Jack langsung duduk disampingku. “Eh Jack, kamu mau ngapain? Kok ditutup pintunya?” kataku kaget “Ajarin aku Donk, mau khan?” katanya sambil mendekatkan tubuhnya. Cerita hot 2016, Aku masih berpikir dia hanya bercanda, iseng ditambah pikiran kotor, aku remas k0ntolnya untuk membalas ajakannya yg kurang ajar. “Niiiihhhhh…. kurang ajar ya”, kataku bercanda sambil meremas k0ntolnya. “Aduhh duhh sakitt”, katanya,sedangkan aku terdiam sejenak setelah meremas k0ntolnya, sungguh besar dan keras sekali, birahiku jadi terpancing. Aku masih shock dgn apa yg baru aku pegang, terdiam, tanpa kusadari dia sudah mendekatkan wajahnya kewajahku, mencium bibirku, aku kaget, tp lumatannya begitu nikmat sehingga aku tdk ragu untuk membalasnya. “gila”, pikirku. Lidahku dikulumnya. Aku pun membalas kulumanya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. Sesekali isapannya diarahkan keleherku. Nafsuku cepat sekali terpancing, darahku mulai berdesir. Kutarik tangannya, dan meletakannya di payudaraku yg sudah mengeras. Jack langsung meremas-remas payudaraku. Dgn sedikit dorongan tubuhku jatuh diatas kasur dan langsung ditindih Jack yg kembali meremas payudaraku dan sambil menjilati leherku. Aku menggelinjang keenakan diatas kasur itu. Jack menyingkapkan daster yg kukenakan sampai keatas payudaraku, dia terperangah melihat aku tdk memakai Bra. Sebenarnya aku sengaja ke kamarnya untuk menggoda dia, tdk kusangka secepat ini terJadi. Jack terkesima sejenak melihat payudaraku yg montok, padat dan kenyal. Kemudian dgn penuh nafsu Jack mengisap payudaraku. “Ouuuggghhhhhh Jack”, aku medesah pelan takut ada yg mendengar. Aku tak mau diam saja, tanganku meraba-raba kedalam celana pendeknya, ternyata dia tdk mengenakan cd. Dgn mudah aku dapat meraih k0ntolnya yg sudah tegang, tanganku mulai mengocok-ngocok k0ntolnya. Beberapa menit berlalu, memekku sudah basah, aku sudah sangat terangsang dan tdk dapat membendung gairah nafsuku. Jack duduk diatas kasur, lalu melucuti daster yg ku pakai, aku yg sudah terbius oleh nafsu tak menolaknya. Maka terpampanglah pemandangan tubuhku, cahaya matanya menunjukkan dia sangat kagum.-cerita sex- “ayo Jack nunggu apa lagi..ciumi aku Donk”, kataku penuh nafsu sambil menggoyangkan pantatku dan melebarkan pahaku. “Gila, kamu sexy banget Tik, tahu gini dari kemarin kamu kugarap”, katanya sambil memegang dan melebarkan kedua pahaku. “ini kan udah…jangan didiemin aja Donk..ntar basi lho..mumpung masih anget”, kataku dgn manja. Aku yakin dia bisa melihat dgn jelas memekku yg merah merekah, sangat indah. rambut dicukur rapi dan bersih. “ooochhhhh nikmat Jackk terus”, desahku ketika dia menjilati klitoris dan belahan memekku. Lidahnya yg hangat menyapu permukaan memekku sehingga cairan kenikmatanku semakin banyak keluar, pantatku bergoyang goyang karena nikmatnya jilatan lidah Jack. “uuuugghhhhh yeeees”, erangku pelan sambil menjambak rambutnya, Jack semakin beringas saja menjilati memekku. Beberapa menit kemudian aku sudah tdk kuat lagi, rasanya lubangku ini pengen sekali dimasukin k0ntol, “Sini Jack gantian”, kataku. Aku langsung berlutut diatas kasur. Perlahan kudekatkan wajahku keselangkangannya. Kutarik celana pendek yg dikenakan Jack. (Story by: freAkY bRo) Sejenak aku terperangah menatap K0ntol Jack yg dgn gagahnya menjulang, aku pegang dgn lembut, namun genggaman satu tanganku tdk cukup. “wow gila Jack, gede banget punyamu, kuhisap yah Jack”, kataku dgn tatapan memelas mesum. “iyah Tik isapin aja, tongkolku milikmu”, katanya tak sabar. Aku mulai menjilati kepala k0ntolnya, menyapu batang k0ntolnya yg kekar sampai terus kepangkalnya. “Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tik, enakk.. banget, pintar juga kamu nyepong”, desahnya ketika aku asik mengulum k0ntolnya. Hampir seluruh batang k0ntolnya masuk kemulutku. Tanpa ragu aku menggerakkan k0ntolnya keluar masuk dimulutku. Tak ketinggalan, buah pelirnyapun kuseruput pelan membuat Jack semakin mendesah desah. Setalah beberapa menit, puas bermain dgn rudal nya Jack, kemudian aku berdiri tepat diatas wajahnya. Memekku berada tepat diatas wajahnya. Dgn berjongkok kutarik kepalanya, mendekatkan pada memekku. Jack mengerti maksudku yg ingin memekku dijilat. Dia menjulurkan lidahku menyapu belahan memekku. “mmppphhh..pinter banget..jilat terus”, desahku liar, aku senang memperlakukann dia seperti itu, aku serasa yg berkuasa. Aku gerakkan pantatku maju mundur, sehingga belahan memekku mengesek gesek bibir dan hidungnya “Aow.. oohh.. nikmat.. bangeeet, teruss.. terus”, desahku, aku semakin liar. Aku serasa haus untuk menguasai permainan ini, sengaja kuarahkan anusku tepat dimulutnya. Aku lihat dia sedikit kaget, “ayo Donk Jack”, pintaku sambil menggoyang goyangkan pantatku tdk sabar. “oohhhh yeeesss..”, desahku ketika lidahnya menyentuh mulut anusku. Sesekali aku tekan pantatku kebawah sehingga lidahnya menyeruak masuk anusku, kugosok gosok lagi belahan memekku dimulut dan hidungnya yg sudah belepotan dibanjiri cairan cintaku. “Aaagghhhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, entotin Tika yah”, ajakku udah ga sabar mencicipi k0ntol Jack. Aku menurunkan tubuhku perlahan-lahan tepat diatas k0ntolnya. Kupegang k0ntolnya yg udah 100% keras, kugesek gesek sebentar di belahan memekku, tp aku udah ga tahan, memekku rasanya udah menjerit jerit minta dimasukin k0ntol Jumbo itu. Dgn sedikit tekanan tubuhku kebawah, k0ntol Jack perlahan masuk ke lubang cintaku yg udah licin, semakin lama semakin dlm, semakin hebat nikmat yg kurasa. “aduuuh…oooh gila nikmat baa.. banget”, desahku ketika k0ntol Jack terbenam seluruhnya menyesaki liang kemaluanku. Sampai disini aku berhenti sejenak kemudian mengatur posisi untuk pompaan yg gencar. Aku merapatkan kedua kakiku, tanganku bertopang di kasur, denagn sedikit membungkukkan tubuhku. “Gimana Jack? Dah siap?”, kataku “udah banget Tik, kocok k0ntolku Donk pake memek kamu”, katanya ga sabar sambil memegang pinggulku memintaku agar segera menggerakkan pantatku. “Nih rasain nikmta kan?”, kataku mesum sambil mulai menggoyang pinggulku perlahan, ““oohh gila nikmat banget goyangan kamu”, kdesahnya. “ini belum se.. seberapa..ooh ra… rasain yg ini”, aku mengerang menikmati k0ntolnya menggesek lubangku. Aku mulai menaik turunkan patatku mengocok k0ntolnya. K0ntolnya serasa menyesaki lubangku, untung saja udah basah sehingga tdk susah bagi k0ntol itu keluar masuk vagianaku.. “Gimana sayang nikmat khan?” tanyaku. “Enakk banget Tik, memiaw Tika sempit sekali” jawabnya. Dia memeluk pinggangku erat-erat. Bibirnya menghisap-hisap buah dadaku. Jack ikut membantu gerakkanku dgn menyodok-nyodokan pantatnya keatas. Semakin lama semakin cepat aku mengoyang-goyangkan pantatku, sesekali aku putar putar pantatku. “ooh Tika is niiikkkmaaatttttt”, desahnya keenakan. Sudah sekitar lima belas menit kami berpacu dlm kenikmatan. nafas kita berdua saling memburu. Keringat kami mulai bercucuran. Aku mulai fokus pada gesekan k0ntolnya, nikmatnya bukan main, ga lama kemudian aku orgasme hebat, Kutekan pantatku keras kebawah, “Ooohhh.. uuuuuhh.. aku akuu.. mauu.. keluarr” aku mengerang, Kurasakan memekku berkedut-kedut. “OOooohhhh roood”, desahku sambil menjambak rambutnya. Untuk beberapa saat aku mengatur nafas, Jack juga memberikan aku waktu untuk memulihkan tenaga, sementara k0ntolnya yg keras masih bersarang di lubangku yg udah becek banget. “Gantian ya Jack”, kataku. Mendengarnya Jack langsung merebahkan aku diatas kasur. Dia melebarkan pahaku, aku ikutin saja, tanpa basa basi dia mulai menjilati memekku dgn rakus, cairan memekku yg tadinya membanjiri selangkanganku dijilatnya habis tanpa ragu ragu. “woww..rakus banget seh”“, kataku -cerita sex remaja- “eemh cairan kamu nikmat Tik”, katanya. Jilatannya semakin liar, dgn cepat nafsuku naik lagi, aku menggoyangkan pantatku saking nikmatnya jilatan Jack. Dia memegang kedua belah pantatku, meremas-remasnya dan menahan dgn tangannya, tanpa kuduga dia menjilati anusku, membuat aku menggelinjang geli nikmat. “Ooohhhh uuuuuhhhhh”, desahku liar. Kemudian dgn jari-jarinya menusuk-nusuk lubang pantatku. “iya sayang, gitu nikmat banget, oooh”, desahku karena tusukan di lubang anusku dibarengi dgn sapuan lidahnya di klitorisku. “Oohh.. aku gak tahan, udah…udah Jackk…pliiis entotin aku” pintaku. “Nungging Donk Tik”, pinta Jack sambil membimbing tubuhku ke pinggir kasur, aku langsung menungging dan menggoyang goyangkankan pantatku menggoda cowok tampan ini. Kedua mata Jack menatap tajam bagian pantatku yg bergoyang goyang seolah-olah hendak melalap daging nikmat itu. Jack berlutut dilantai didekat kasur dan mengalasi lututnya dgn liar, tubuhnya tepat berada dibelakangku siap untuk mencoblos k0ntolnya. “Uh gila, montok banget bokong kamu..”, katanya kagum sambil meremas bokong indahku. “he he ayo Donk di coblos”, kataku menggodanya. Jack mendekatkan k0ntolnya kelubang memekku, kedua tangannya memegang bokongku dan sedikit meremasnya. Sedikit demi sedikit k0ntolnya masuk kelubang memekku. “Mmmmppphhh…oooh”, aku mendesis, tubuhku rasanya geli banget, gesekan k0ntolnya terasa banget didinding lubangku. Aku bantu dgn menggoyang-goyangkan pantatku. “emmh enak banget Tik, kamu pintar juga yah”, pujinya sambil merem melek. Jack semakin gencar memompa k0ntolnya, semakin lama semakin cepat saja. Aku berusaha menahan desahanku agar tdk terdengar keluar kamar, kugigit bantal guling sangkin tdk kuat menahan nikmatnya. “Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. ahhhh” aku mengerang tdk kuasa menahan nikmat. Memekku berkedut-kedut kencang dan akhirnya aku merasakan nikmat yg memuncak, “OOgghhhh.. aku keluarr.. shiiiiiit” aku melenguh panjang sambil menekan pantatku kebelakang agar k0ntol Jack terbenam sempurna di lubang memekku. Aku sudh 2 kali mencapai orgasme sedangkan Jack belum apa-apa, kuat juga cowok yg satu ini. Beberapa detik kemudian, dia memintaku untuk telungkup diatas kasur, aku menuruti saja apa yg diinginkannya, sengaja aku meletakkan bantal guling tepat dibawah pinggulku agar dia leluasa melihat isi selangkangan dan bokongku. Jack kemudian meremas remas bokongku, sesekali ditepuknya gemas, “owww..nakal iiih”, kataku manja -cerita mesum- “eemh aku gemes ama bokong kamu uuuh”, katanya sambil menguakkan belahan pantatku. Jari-jari nakalnya bermain-main diantara bibir memek dan anusku. Aku pikir dia tertarik pada lubang anusku, karena Jack semakin berlama-lama memainkan jarinya mengelus permukaan anusku. “geli ah Jack”, kataku sambil menggoyangkan pantatku. Kurang puas mengelus anusku dgn jarinya, kemudian dia membenamkan wajahnya, lidahnya menjilati anus dan belahan memekku. “ooow…sssh enak Jack..ya gituuuuuu”, kataku menikmati perlakukan lidah nakal Jack. Permainannya semakin hot, tanpa permisi dia memasukkan jarinya ke lubang anusku, “Kamu apain anusku?” tanyaku manja ketika jari-jarinya keluar masuk dianusku. Namun aku benar benar menyukainya, refleks pantatku berogoyang goyang kegelian. “woow kamu binal banget Tik”, katanya “emang ga boleeh uuuh nikmat banget tau digituin”, kataku dgn ekspresi mesum. “kamu suka diginiin?”, tanyanya sambil mainkan satu jarinya membelai belai belahan memekku dan kembali mengelus anusku dan.. “oooooowh”, aku melenguh kaget ketika dia memasukkan 2 jarinya ke anusku. “Sakit ga?” tanyanya.-cerita dewasa- “enggak kok.. cuma kaget aja, habis kamu nakal banget sih” kataku. “Kalau gini”, katanya sambil menusuk dua jarinya semakin dlm dianusku. “Duuuh nakal ahh, pake t*t*t kamu aja deh lebih enak”, kataku menggodanya. Jack sepertinya sedikit kaget mendengar apa yg kuminta, aku tdk peduli apa tanggapannya, birahi liar ini sudah lama ingin aku lepaskan, dulu ketika aku pernah melakukan anal sex dgn pacarku, hanya rasa sakit yg kudapat karena pacarku hanya memikirkan kenikmatannya sendiri. Namun sekarang, entah kenapa sepertinya timingnya “ngeklik” banget untuk melakukan ini, jiwa dan raga siap, apalagi lubang memekku sudah kurang sensasinya, disaat seperti ini mungkin anal sex bisa menaikkan birahiku. “boleh neh aku entot anusmu?”, tanyanya meyakinkan aku. “boleh banget sayang, tp pelan-pelan yah”, kataku lagi. “tp di licinin dulu Donk pake ludah”, kataku -cerita panas- “gila Tik, kamu benar benar binal, ga kusangka”, katanya. Aku hanya tersenyum nakal sambil kembali menggodanya dgn menggoyang goyang pantatku. Cerita sex abg, Dia tdk bertanya banyak lagi, langsung aja anusku dijilatinnya, aku bisa merasakan anusku sudah penus air liurnya. Merasa udah cukup banyak ludah untuk melumasi, dia langsung sepetengah berjongkok tepat diatas pantatku. K0ntolnya yg keras terasa mencari cari sasaran tembak, aku membantunya dgn membimbing k0ntolnya tepat di mulut lubang anusku. “ayo Jack masukin, pelan pelan dulu yaah”, kataku. Dia mulai menekan kepala k0ntolnya kelubang anusku. Tdk Sakit…Tdk Sakit…Ooooogghhhhh…., aku menginginkan ini. “Mmmmpphhhh yeeees terus sayang..masukin semua”, pintaku, k0ntolnya terasa hangat menelusuri lubang anusku. Tdk begitu sulit baginya untuk masuk karena aku memang sebelumnya sudah pernah melakukan anal sex dgn, akhirnya k0ntolnya masuk amblas semua ke lubang anusku. “yeeess shiiit ayo Jackk ent*tin anusku”, aku memintanya agar mulai menggerakkan k0ntolnya. Kuraba sendiri klitorisku, menambah nikmatnya sodokan k0ntol Jack di anusku Jack mulai menggerakkan k0ntolnya maju mundur menusuk-tusuk lubang anusku yg masih sempit. “Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar banget” pujiku merasakan nikmatnya disodomi. Keringat kami mulai bercucuran, Jack terus memompa k0ntolnya di anusku, sesekali punggungku digigitnya pelan, membuat aku semakin menggelinjang keenakan. “oooh enak banget lubang pantat kamu Tiik”, desahnya. “I…iya ent*tin anusku terus…yg kencang”, pintaku yg juga semakin cepat menggesek klitorisku sendiri dgn jariku. “oooh roood ooooh”, aku menggelinjang, untuk ke 3 kalinya aku orgasme. Tubuhku serasa mengejang saat itu, nikmatnya bukan main. Sekitar 5 menit kedepan k0ntolnya tak henti henti dihujamkan ke lubang anusku, tdk lama kemudian gerakannya semakin cepat dan tdk teratur. Aku tahu dia sudah hampir orgasme, kunaikkan pantatku agar k0ntolnya semakin dlm menghujam anusku. Aku merasakan k0ntolnya seperti semakin membesar berdenyut denyut di lubang anusku, “Akkhh.. aku mau keluarr.. Tiik” dia mengerang keenakan, dan beberapa detik kemudian diiringi desahan dan racauan mesum dari mulutnya. Bacaan Sex Top: Cerita Dewasa IGO HOT Terpopuler Joging Senayan Jack menekan dlm dlm k0ntolnya masuk menerobos lubang duburku. “yeeees semprot anus ku roood..oooh”, aku juga merasakan sensasi yg luar biasa pada saat dia menyemprotkan spermanya. Creett! Creett! Creett! Dia menumpahkan spermanya di lubang anusku. Sejenak dia mendiamkan k0ntolnya dan berusaha menarik nafas, kami berciuman, bibir kami saling melumat menikmati sisa sisa kenikmatan. “Kamu hebat Jack, aku puas banget” pujiku puas. “Kamu mau khan kuajak ML lagi?” pintanya. “Mauuu bangeeet rooood…ML ama kamu enak banget”, kataku sambil mengecup bibir bawahnya. Dia tersenyum senang, kami kembali saling melumat bibir lagi untuk beberapa saat. Beberapa menit kemudian aku bangkit, mengenakan dasterku, kuminta dia untuk memastikan ada orang atau tdk di luar kamar. Setelah dia memastikan tdk ada orang aku langsung keluar kamar, “Ooow nakal ah”, kataku ketika aku hendak keluar kamar dia memukul bokongku. Aku berjalan cepat kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhku karena sperma Jackk mulai mengalir ke luar. Hari itu benar benar luar biasa, apa yg akan terjadi dihari esok, biarlah terjadi, Aku puas…Aku bebas.
    berpacu dlm birahi,
  • Cerita Sex Vagina Sempit SMP

    Cerita Sex Vagina Sempit SMP


    519 views
    https://3.bp.blogspot.com/-YNEwHXZ_Yd8/VuZsAEQj2NI/AAAAAAAAAmM/FGYmYOw9J4YCmAM7CNamGoHQ_Dn_ZV88Q/s400/Novel%2BCerita%2BSex%2BVagina%2BSempit%2BABG%2BSMP.jpg
    Cerita Sex Vagina Sempit SMP, Sekian lama aku berteman tak disangka dan diduga diapun mengutarakan maksud dan tujuannya mengajak berteman aku dahalulu karena dia ingin mengenal aku lebih jauh, Bila aku tak jawab,mungkin aku dikira sombong, setelah aku berpikir panjang dengan berbagai pertimbangan keputusan akhirnya aku pilih’Aku menerima jadi pacarnya’ singkat dan penuh malu aku kirim Sms’untuk kata ”IYA AKU MAU JADI CEWEKMU’, dia gembira bukan kepalang tentu saja orang lain aja belum tentu bisa meraih hatiku, dengan uletnya dan gigihnya akupun luluh karena aku yakin dia tulus sayang sama aku sikap-sikap yang ditunjukin kepadaku telah jadi buktnya. blog sex, cerita dewasa smp, cerita smp, cerita porno smp, cerita bokep smp, cerita anak smp ngentot, cerita ngewe smp, cerita perawanin smp Novel Cerita Sex Vagina Sempit ABG SMP Namaku Lady Gaga (nama samaran). Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Changjo namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah. Changjo seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku. Tapi entah mengapa aku memilih Changjo. Singkatnya, aku pacaran dengan Changjo. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu. Aku dan Changjo telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat. Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Changjo. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Changjopun begitu. Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis kearah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Changjo. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Changjo, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Adilla. Pembantunya pun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kataAgus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul. Tak lama kemudian, Agus dan Changjo pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Adilla. Dari Adilla, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku. 10 menit kemudian, Agus dan Changjo kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku. Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila. Aku lihat Agus dan Adilla sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Changjo.Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Adilla yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Adilla mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Adilla juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Adilla Changjo merapatkan tubuhnya kepadaku. “Rim .kamu sayang aku enggak?”tanyanya padaku. “Eh..emang kenapa, Din ?”kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Adilla “Aku pengen kayak gitu .”kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Adilla yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Adilla, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Adilla. Dengan diikuti teriakan kecil Adilla, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Adilla. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?Seluruh badanku merinding .”Lady?”kata Changjo lagi. “Eh enggak ah enggak mau malu .”kataku. “Malu sama siapa?”kata Changjo. Carita Sex Terbaru 2016 Paling Seru Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. “Malu sama Agus dan Adilla tuh “kataku. “Ah mereka aja cuek ayo dong Lady aku sudah enggak tahan nih “kata Changjo. “Ah..jangan ah “kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Adilla. Tak terasa tangan Changjo mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celanapanjang jeans. Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Changjo mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini. ”Buka Bhnya, ya sayang “pinta Changjo. Aku mengangguk, aku jadi inginmerasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Changjo membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada. Changjo mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus “Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa”kata Changjo sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku “Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti .”kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Adilla, mereka sekarang bermain doggy style. Adilla berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila “Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih “pinta Changjo. “Jangan Din takut .”kataku. “Takut apa sayang?”kata Changjo. “Takut hamil “kataku. “Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah “katanya. Aku diam saja Changjo mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Changjo pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Changjopun membukaseluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat. Tangan Changjo tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Adilla, eh mereka bersodomi Adilla sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Adilla sedangkan tangan kiri Adilla mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .Changjo terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku”Ah..sakit, pelan-pelan, Din..”teriakku ketika jari itu memasuki nonokku. Changjo agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . “Din, isep dong punyaku “pinta Changjo sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku. “Ah..enggak ah “kataku menolak. “Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Adilla saja berani tuh “pinta Changjo memelas. Dengan ragu aku pegang kontol Changjo. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Changjo sudah berdiri tegang rupanya. “Ayo dong Lady sayang “pinta Changjo lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal “Hisap dong sayang seperti kamu makan permen “Changjo mengajariku. Pelan-pelankuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Changjo. “Ah ah. uuuhhh enak sayang teruskan ..” erang Changjo. Tangan Changjo terus mengucek-ucek nonokku. Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Changjo terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Changjo menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset, Changjo melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak”Aduuh sakit Din pelan-pelan dong ” Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih. Changjo melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Changjo lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku .”Ahhh perih Din “kataku. Changjo diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. “Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok “katanya. Pelan-pelan Changjo mengocokkontolnya di nonokku. Masih terasa perih sedikit kocokkan Changjo semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali “Terus Din Terus ahhhh ah .enak .”kataku. Sempat kulirik Agus dan Adilla masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati .”Din ah.ah .aku aku .”entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa “Keluarkan saja sayang kamu mau keluar .”kata Changjo. “Ahh iya Din aku mau keluar ..”tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku . Changjo terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. “Satu nol, sayang”kata Changjo tersenyum. Changjo mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa “Kenapa dicopot Din..”tanyaku. “Kita coba doggy style, sayang “jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Changjo menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangankeras dari Adilla dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Changjo tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku. Sudah hampir ¾ jam aku dientot Changjo, tapi tampaknya Changjo belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Changjo mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itudipakai untuk melumuri pantat Adilla ketika mau disodomi .eh apakah aku mau disodomi Changjo? “Mau ngapain Din “tanyaku penasaran .”Seperti Adilla dan Agus lakukan, Lady aku ingin menyodomimu sayang “jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Changjo mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil. Tak lama kemudian, kontol Changjo yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Changjo tampak mulai merayapi lubang pantatku “Aduuuh sakit Din “kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku. “Tenang sayang nanti juga enggak sakit “jawab Changjo sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku “Aduuuhh sakiiiitt “kataku lagi. “Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang “kata Adilla sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. “Kamu sudah sering disodomi, Nggi?”tanyaku. “Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Changjo coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..”kata Adilla sambil menyuruh Changjo mencoba lagi. Changjo mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku .”Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi “kata Adilla. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Changjo mulai mengocok kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit “pintaku pada Changjo. “Iya sayang enak nih sempit”katanya. Adilla ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat “Adilla ah .enak “kataku. “Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat”kata Adilla pada Changjo. Benarsekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat .”Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Changjo? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus “kata Adilla. “Tanya Lady saja deh, aku lagi asyik nih”jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. “Gimana Lady? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok “pinta Adilla. “Ah..jangan deh “kataku.”Sudahlah Lady, kasih saja aku rela kok”kata Changjo. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Adilla dan diarahkan ke nonokku. Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. “Jaang “kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi. ½ jam Agus dan Changjo mengocok kontolku. Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap. Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Adilla. Adilla menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Changjo melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Changjo. Changjo memuntahkan pejunya dimulutku akupun menelannya. Bacaan Sex Top: Novel Cerita Sex Perawan ABG Memek Sempit Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Changjo mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur. “TeLady kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu “katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Changjo. Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Changjo .”Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa .”kataku pada Changjo. Kulihat Adilla dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat. “Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa “katanya. “Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?”kataku balik bertanya. “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang “kata Changjo sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. “Janji ya sayang “katanya lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk. “Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?”tawar Changjo. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Changjo. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat. Catatan, lady gaga serta Changjo disini bukan mamamonster hanya nama samaran saja.
  • Cerita Dewasa Remaja Cewek Cabe 17+

    Cerita Dewasa Remaja Cewek Cabe 17+


    465 views
    https://4.bp.blogspot.com/-Vnk4ZHmwpUw/WMJLHzxxPGI/AAAAAAAABkk/Km2aFC8u6ZQdb6au5Lh4fHUKHp3_EMCKwCLcB/s400/Cerita%2BDewasa%2BRemaja%2BCewek%2BCabe%2BCabean.jpg
    Cerita Dewasa Remaja Cewek Cabe 17+ , Bastian terlihat kesal, anak abg yg baru saja lulus dari bangku sma itu tdk diperbolehkan meninggalkan rumah. Remaja 19 tahun itu disuruh menjaga rumah oleh keluarganya, tentu Bastian sangat kecewa, keluarganya akan pergi ke rumah saudara diluar kota. Cerita Dewasa Remaja Cewek Cabe Cabean Cerita Dewasa Remaja Cewek Cabe Cabean “Ma, kok Bastian gak boleh ikut sih?”, “udahhh, kamu jagain rumah aja, cuman mau ngucapin selamat aja sama sodara kita, mereka baru saja menempati rumah baru”, “tp kan ma…”, “udah, kamu jaga rumah, kita pulang besok pagi”, “aduh, tp ma…” udah, kamu main sama temenmu aja sana…”. Bastian kini ditinggal keluarganya pergi keluar kota. Cerita sex hot, Kini remaja 19 tahun itu bingung harus melakukan apa. Entah dari mana ia mempunyai ide untuk mendatangkan cewek panggilan, alias cabe cabean. Segera ia mengambil handponya dikamar, ia sudah menyimpan pin bb seorang cewek yg katanya suka sih cabe cabean. Nama cewek itu Karina, Bastian cukup heran kenapa cewek yg foto bbnya itu tampak sangat cantik dibilang cabe cabean. Cerita dewasa terbaru, Segera Bastian menghubunginya lewat bbm, dan ia tampak makin terkejut, karena Karina membalasnya dgn cepat. “Bastian datang aja ke jalan ********, aku tunggu yaach” Suara Karina tampak membuat Bastian jadi gembira, voice chat itu jadi petunjuk jalan untuk menemui Karina. Segera Bastian mengambil uang simpanannya, memakai pakaian favoritnya, lalu segera berangkat ketempat Karina dgn motornya. Setelah 15 menit perjalanan, Bastian sampai disebuah tempat kost yg memang tampak seperti tempat kumpul kebo. Ia melihat Karina sudah ada didepan kost itu. Bastian segera memarkir motornya lalu mendekat. Karina tampak cantik sekali, dgn tanktop hijau dan hotpants, Bastian tdk dapat berkata kata saat menghampiri cewek yg memiliki buah dada montok itu. “Bastian yaach? Oiii, kok diem aja?”, “eeh…anu…itu…iya..kenalin saya Bastian” Bastian menjulurkan tangannya, namun balasan yg diberikan Karina bukan dgn salaman, namun langsung mencium pipi Bastian, tampak Bastian jadi malu. “Aduh, belum apa apa kok udah main cium aja sih, hehe”, “Kamu ganteng sih, huh, gemes…” Karina mencubit pipi Bastian, entah karena memang Bastian itu ganteng, atau karena ia membawa motor Satria itu. “Karina, kamu…”, “Udah, ayo kita jalan jalan dulu ya…” Karina langsung merapat ketubuh Bastian. “eh…iya deh, mau kemana nih?”, “Udaah, berangkat dulu aja yach” Lalu Bastian kembali kemotornya, namun kini ia merasa Karina yg duduk dibelakang memeluk erat tubuhnya, punggungnya serasa ditekan tekan benda kenyal. Bastian hanya bisa tersenyum, lalu segera pergi. “Ganteeng, kita ketaman kota aja ya, jalan jalan, hehe”, “oooh, iya deh, yuk” Bastian mempercepat laju motornya, tentu untuk merasakan kenikmatan lebih dari pelukan Karina. Beberapa menit kemudian mereka sampai ditaman kota, Bastian segera ditarik cabe cabean itu untuk jalan jalan ditaman kota. “Waah, rame yaa”, “iya, Karina, kamu masih sma apa udah…”, “Aku masih sma kok, eh sini… foto dulu yuk” Lalu Bastian mulai asyik berfoto selfie bersama cewek montok itu. Kemudian Mereka lanjut berjalan jalan sambil bercakap cakap. Setengah jam kemudian, Karina mengajak Bastian untuk masuk ke mall didekat taman kota. “Bas, kamu kok ganteng banget sih, kita ke mall itu ya, nanti foto bareng difotobooth situ”, “hehe, iya, terserah kamu mau kemana” Bastian menurut saja, bagaimana ia bisa menolak permintaan cewek montok yg terus merangkul tangan kirinya itu. Bukannya kefotobooth, Karina malah asyik membeli beberapa kaos dan pakaian wanita, tentu Bastian membiarkannya, karena ia sudah mengantisipasi hal ini, ia juga sudah membawa uang simpanannya. Karina sempat mencoba memakai beberapa baju yg ia beli, “Bas, gimana? Pas gak?”, “wah, pantes banget, kamu jadi makin cantik loh”, “hehe, makasih ganteeng, cup” Lagi lagi cewek itu mencium Bastian. Bastian tentu saja merasa pengorbanannya membayar semua belanjaan cabe cabean itu sudah pantas, sesuai apa yg Karina berikan padanya. Setelah puas berbelanja, Karina mengajak Bastian pulang. “ayuk pulang Bas, nanti aku kasih hadiah dikost, hehe” Dalam hati Bastian merasa menang besar, tampak ia berusaha menahan diri agar tdk terangsang ucapan cewek centil itu. Segera Bastian mengantar pulang Karina menuju kostnya. “Ayo ganteeng, sini sini, masuk masuk..” Saat tiba dikostnya, Bastian segera diajak masuk kekamar kost Karina. Bastian sudah tdk tahan ingin bercinta dgn cewek montok itu. Karina membereskan belanjaannya, kemudian duduk layaknya model untuk menarik perhatian Bastian. “Ganteeng, sini doong”, “Bastian perlahan mendekati cabe cabean itu, “Ada apa cantik?”, “Makasih yaa udah beliin aku baju baju yg bagus”, “Iya, apa sih yg gak buat kam…mmm” Belum selesai bicara, Karina sudah mencium Bastian. Tanpa perlu dikomando mereka sudah asyik mengadu lidah mereka, juga asyik menikmati ciuman mesrah itu. “mmmmm…cup…mmm..slruuup…mmm…Bas…mmm…kamu hebat deh…”, “iya dong…mmm…slruup…kamu cantik sih..mm”. Bastian terus mencium cewek cantik itu, ia juga merobohkan tubuh mulusi itu, lalu tangannya mulai meremas buah dada montok Karina. “mmm…aaahn…mmm…nakal kamu ya…mmm…kurang kenceng remesannya…mmm” Bastian makin menjadi, tangannya kini menarik tanktop Karina keatas, Karina yg tdk memakai bh itu kini buah dada montoknya sudah diremas langsung oleh tangan jahil Bastian. “mmm…cup…mmm..aaah…mantep bas…uuh…cup…mmm…” Bastian kemudian menghentikan ciumannya, lalu berpindah menjilati Puting merah muda Karina, Cabe cabean itu terlihat menggigit bibirnya merasakan kenikmatan itu, “mmmmm…pentilmu imut banget, mmm…” Bastian menggigit kecil puting yg mengeras itu, “aaah…nakal kamu…hehe…hiih…belum ada yg gigit putingku…mmmm…kamu memang hebat” Bastian menyedot puting itu, meski tak keluar air susunya, Bastian sudah bahagia sekali. “mm…oooh nikmat banget sih, tubuhmu seindah pesonamu Karina…mmm”. “gantian dong ganteeng, sini sini, aku udah pengen ngulum k0ntolmu…” Celana Bastian lalu dibuka, segera k0ntol remaja itu kini mulai dikocok oleh Karina. “uuuh, besar juga k0ntolmu Bas,hehe…oommm” Karina suda menelan kepala k0ntol Bastian dimulutnya, segera kepalanya bergerak naik turun mengulum k0ntol itu, tampak Bastian merem melek merasakan kenikmatan luar biasa. “mmmmm..mm..mmm..mmm.srluup..mmm” Gerakan cepat Karina mengulum k0ntol itu membuat Bastian tdk tahan. Creet Creet Creeeettt, Bastian membanjiri mulut cewek cantik itu dgn spermanya. “slruuuup…mmm…sedap banget bas, gak tahan nih, lepas pakaianmu ganteeng”. Segera Bastian melepas pakaiannya, lalu remaja itu melihat Karina perlahan melepas hotpantsnya, bukan main senangnya Bastian, k0ntolnya langsung berdiri lagi saat Bastian melihat Karina membuka selangkangannya memamerkan meqi basahnya yg terlihat menggairahkan. “Aduh cantiiik, meqimuu..aduh gemes, hmmm… sini biar aku sedot…”, “haus ya? Kamu… auuuh…” Kepala Bastian sudah ada diselangkangan cabe cabean itu, ia sudah asyik menjilati bibir meqi Karina, lalu ia juga mulai memasukkan dua jarinya kedalam lubang kenikmatan itu. Gerakan Jari Bastian mengobok obok meqi basah itu membuat Karina mendesah keras. “aaah…aaah…mmmf…uuh….geli bas…aaah” Bastian makin nakal, ia memasukan lidahnya dan berputar putar menjilati dinding dalam meqi harum itu, Bastian juga menyedot air yg keluar dari lubang senggama itu. ”uuuhf…sedot semuanya bas….mmmf…aaahn” Setelah puas menikmati air kewanitaan Karina, Bastian memegang k0ntolnya dan bersiap melesat masuk untuk mencetak goal. Namun Karina menghentikannya. “Pake ini dulu ganteeng” Karina membawa sebuah kondom ditangannya, lalu ia pasangkan kek0ntol Bastian. “nah, gini baru aman, yuuk sini sayaang” Karina kembali membuka selangkangannya, Meqinya yg tampak terbuka itu membuat Bastian sudah tdk sabar lagi. Segera Remaja itu dgn cepat merayap keatas tubuh montok Karina, lalu sleeeb, k0ntolnya yg dibungkus kondom itu sudah masuk dalam meqi Karina yg terasa masih sempit meski sudah tdk perawan. “aaaaauhh….k0ntolmu besar banget bas….oooh…mmmf”, “Tenang aja cantiik, pasti kamu puas deh…” Segera perlahan k0ntol Bastian bergerak maju mundur, dan kenikmatan meqi Karina mulai terasa menyelimuti k0ntol Bastian. “uuuuh, nikmat banget…meqimu masih sempit… uuh” Segera Bastian mempercepat gerakannya, kini Meqi Sempit cabe cabean itu mulai disodok keras k0ntol besar Bastian, Karina tampak mulai menggelinjang. “Aaaah..aaah..aaah..uuuh…bas…mmmmf…eih eih eih…oooh…mantep banget…uuuuf”, “mmmf…iya cantik… aduuh…toketmu jadi bergoyang…sini aku pegangin..oooh” Tangan Bastian segera meraih buah dada montok Karina, kini benda bundar kenyal itu diremas remas tangan Bastian. “aaahn…mmmf…uuuh…bas….i love you bas…oooh…mmmf” Bastian makin gembira mendengar desahan indah Karina. Layaknya mesin jahit, K0ntol Bastian itu dgn cepat melesat keluar masuk mengoyak meqi cabe cabean itu, Tubuh Karina makin menggelinjang. “aaaahn…uuuuh…aaaah…mmm..oooh…sssh..mmmf…Bastian…oooh…cintaku…mmmf”, ”Cantiik…mmmf…aku udah gak kuat..oooh” Creeet creeet, Sperma Bastian tertahan didalam Kondom itu, Setelah itu k0ntol Bastian diraih tangan Karina, kondom itu dilepas, lalu Karina menyedot isi kondom itu, Karina terlihat senang sekali menikmati Sperma milik Bastian. “slruup…mmm…uhug uhug, Pejuhmu banyak banget sih, duh duh, dasar kamu Bas”, “hehe, maklum, kan yg diewe cewek cantik kayak kamu”, “Hehe, makasih Bastian ganteeng, Kamu memang yg terbaik, hehe”. Setelah itu mereka segera berpakaian, lalu tampak Bastian sudah ingin pulang. “Karina cantik, makasih buat hari ini ya… cup”, Bastian mencium bibir Karina yg tampak masih kelelahan itu. “Iya ganteeng, nanti kalau ada kesempatan kita main lagi yach, makaciih” Lalu Bastian segera meninggalkan kostan itu. Tampak diwajah pemuda itu senyuman kemenangan. Bastian sangat puas sudah meniduri cabe cabean secantik Karina. Tak rugi ia menghabiskan semua uang tabungannya untuk menikmati tubuh montok Karina.
    youporn ayah main anak dareh sediri com,cabe cabean kecil mungil foyan digangbang kontol dewasa,vidio bf jpng ktghqn kon tol mertua,
  • Cerita Seks Remaja Pergaulan Bebas Hot

    Cerita Seks Remaja Pergaulan Bebas Hot


    611 views
    https://4.bp.blogspot.com/-dXOT30YDp8A/WKUajENNtjI/AAAAAAAABhA/3w3j5stDYSoY8LcRY93kpPkZIm9VgLIDQCLcB/s400/Cerita%2BSeks%2BRemaja%2BNikmatnya%2BPergaulan%2BBebas.jpg
    Cerita Seks Remaja Pergaulan Bebas Hot – Rumah besar bertingkat dua di ujung jalan tersebut terlihat sangat lengang lewat tengah malam ini. Padahal beberapa jam lalu masih terdengar hingar bingar suara house musik dan ketawa cekikikan khas anak-anak ABG yang sedang berpesta di tempat itu. Satu persatu mereka meninggalkan rumah besar tersebut, hingga hanya terlihat meninggalkan seorang anak muda berambut agak pendek namun memiliki tubuh yang tegap berisi cenderung atletis, sangat sesuai dengan wajahnya yang tampan. Cerita Seks Remaja Nikmatnya Pergaulan Bebas Cerita Seks Remaja Nikmatnya Pergaulan Bebas Mario, anak muda pemilik rumah besar tempat pesta itu dilaksanakan sedang membereskan ruangan yang sangat berantakan sepertinya habis diterjang gelombang tersebut. Samar-samar masih terdengar alunan lagunya Never Gonna Let You Go-nya Sergio Mendez itu, sangat kontras sekali suasana dengan beberapa jam lalu dengan hentakan house musik yang mungkin membuat suasana menjadi hingar bingar. “Hhh…! Berantakan sekali ruangan ini”, desahnya sangat berat. Baru saja Rio berjalan melangkah, kakinya langsung terhenti begitu matanya menatap sesosok tubuh yang sedang tergolek di karpet beludru warna merah di ruangan itu. Dia melangkah lebih dekat lagi untuk mengetahui lebih jauh siapa gadis yang tertidur di karpet merah tersebut. “Kasihan…” desahnya lagi seraya berlutut untuk membetulkan pakaian yang tersingkap itu. “Santi… San… bangun!” Rio mencoba untuk membangunkan gadis itu. “Hmm…” terdengar gumaman kecil dari gadis itu. Kelihatannya dia mencoba untuk bangkit berdiri, namun terasa kepalanya sangat berat sekali. “Ayo… aku antar kamu ke kamar ya. Kamu pasti mabuk…” kata Rio sambil memapah, membawa pergi gadis itu untuk meninggalkan ruangan yang berantakan seperti kapal pecah itu. “Terima kasih Rio… tapi yang lain ke mana, apakah pesta sudah selesai”, cecar gadis itu kepadanya. “Sudah sejak tadi. Sudah lama mereka pulang”, sahut pemuda bernama Rio itu. Kemudian Rio memapah gadis itu menuju ke kamarnya di lantai atas dan membawa gadis itu ke ke kamarnya yang cukup besar, dengan sebuah ranjang di tengah kamar tersebut. Rio membaringkan gadis bernama Santi itu di ranjangnya. Dia bermaksud meninggalkan ruangan tersebut, namun sepasang tangan halus mencekal tangannya dengan kuat. Dengan terpaksa Rio duduk di samping ranjang dan memandang wajah cantik milik gadis bernama Santi itu. “Santi… kamu tidur aja di sini. Besok pagi aku akan antar kamu, soalnya malam ini aku harus membereskan ruangan di bawah”, kata Rio kepadanya. “Biar saja, Rio. Besok aku bantu kamu untuk membereskannya. Sekarang ini kamu di sini aja. Temani aku, Hmm…” desahnya lembut di telinga Rio. “Bolehkan Rio…” pintanya sambil mengembangkan senyum manisnya yang menggoda kepada Rio. “Kamu mabuk Santi…” “Siapa bilang aku mabuk? Ayolah Rio. Apakah kau tidak mau melewatkan malam ini denganku Rio?” sambil melingkarkan kedua tangannya di leher pemuda itu. “Hhh…” Rio menghembuskan nafasnya dalam-dalam. “Kenapa Rio? Kau tidak suka padaku Rio”, kata gadis itu padanya. “Kamu cantik sekali Santi…” ujar Rio. “Lalu… kenapa kamu mau meninggalkanku Rio?” kata gadis itu lagi kepadanya. “Bukan itu Santi… Aku cuma ingin membereskan rumah ini, sebelum orang tuaku pulang…” kata Rio kepada gadis itu. “Khan mereka perginya seminggu Rio… ayolah Rio, kamu nggak usah cemas, aku pasti bantuin kamu ngeberesin rumah ini”, rajuk gadis itu padanya. “Rio… aku pengen banget berdua bersamamu malam ini”, goda gadis bernama Santi itu lagi kepadanya, sambil kedua tangannya memeluk leher Rio lebih erat lagi. Sambil mendesah, menghembuskan nafasnya yang agak panas ke wajah Rio, gadis itu langsung melumat bibir Rio. Sebagai pemuda normal, Rio yang cukup berdarah panas dengan gemas langsung membalas ciuman gadis itu dengan menekan kuat kepala gadis itu untuk menambah kuatnya gairah ciuman mereka. Kedua tangan Rio yang tadinya memeluk badan dan bahu gadis itu, salah satu turun ke bawah untuk meraba dan mengelus-elus pahanya yang putih mulus itu. Desahan Santi yang sudah sangat terbakar gairahnya semakin kuat saja. Tanpa malu-malu lagi Santi dengan tidak sabarnya membuka pakaiannya yang model longdress dengan kedua bahunya yang terbuka itu, secara aktraktif Santi membuka satu persatu pakaiannya seolah penari streptease sampai ia telanjang tidak berpakaian lagi saat ini. Kemudian Santi memegang tangan Rio, untuk kemudian membimbingnya menuju bukit kemaluannya yang sudah sangat basah oleh cairan gairahnya itu. Sedangkan tangan Rio yang satunya lagi dibimbingnya menuju payudaranya yang semakin membusung indah itu. Dengan gairah yang sudah sangat terbakar itu, Rio meningkatkan aktifitas kedua tangannya yang bekerja di area yang berbeda itu. Sambil terus berciuman dengan nikmatnya. Tangan kiri yang berada di bukit kemaluan Santi yang semakin basah saja, terus melakukan tugasnya dengan intens. Dengan jari-jari yang agak kasar, Rio menekan-nekan jari tengahnya keluar masuk di bukit kemaluan Santi yang memang sangat indah itu. Sedangkan tangan Rio yang satu lagi dengan asyiknya memerah kedua bukit kembar yang sudah sangat tegang ke atas itu dengan tidak lupa untuk memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan di kedua putingnya. Santi yang memang sudah sangat bernafsu, tanpa sungkan-sungkan lagi, mendesah-desah dengan sangat kuatnya. “Rio… please beri aku kepuasan malam ini Rio. Please, berikan aku kepuasan… Rio… Hhh…” desahnya semakin berat saja. Rio yang mendengar kata-kata vulgar yang diucapkan Santi, semakin terbakar saja nafsu birahinya. Tanpa melakukan pemanasan yang lama, Rio membuka reitsleting jeans-nya ke bawah dan kemudian mengeluarkan batang kemaluannya yang sudah sangat keras dengan kepala kemaluannya yang besar yang sudah berkilat-kilat kemerah-merahan pertanda sudah semakin banyak saja darah terkumpul di sana. Tanpa basa-basi lagi Rio membuka bibir kemaluan dan secara perlahan-lahan untuk tidak menyakiti Santi nantinya, Rio menyeruakkan batang kemaluannya yang semakin tegang dan semakin besar itu ke dalam liang kemaluan Santi yang semakin basah saja dengan cairan gairahnya. Sedikit demi sedikit kepala batang kemaluan Rio yang cukup panjang dan besar itu menyeruak, membuka rambut kemaluan yang hitam dan cukup lebat itu dan bibir liang kemaluan Santi. Sambil diiringi desahan nikmatnya Santi, akhirnya dengan tekanan yang agak kuat, batang kemaluan itu berhasil masuk seluruhnya. Cukup lama dia memendamnya di lorong gelap itu. “Boleh aku meneruskannya… San?” pinta Rio pada gadis itu. “Yahh Rio… lakukan sayang… entot aku dengan kuat Rio… Hhh…” desahnya lagi semakin kuat. Tidak lama kemudian dengan kedua tangannya berada di kedua pantat Santi yang bahenol dan bagus itu sebagai tumpuan, Rio menghujam-hujamkan batang kemaluannya dalam-dalam, semakin lama semakin cepat. Akibatnya rintihan dan desahan Santi semakin kuat saja, sambil kedua tangannya semakin erat saja memeluk leher pemuda itu. “Oh Rio… tekan lebih dalam sayang… Hhh… Terus Rio.. terus… Entot aku lebih dalam lagi sayang… Iya… iya gitu sayang… ohhh God… ini enak banget Rio… Hhh…” desahnya semakin keras sambil bibirnya menciumi wajah Rio dengan ganasnya. Rio yang mendengar desahan Santi hanya tersenyum sambil kedua matanya menatap Santi yang matanya merem-melek sedang berkelojotan tidak tahan akibat hunjaman-hunjaman batang kemaluan pemuda itu. Mereka melakukan ini sambil berdiri, bisa dibayangkan bagaimana tubuh keduanya saling berpacu cepat dan semakin cepat untuk mengejar kenimatan mereka masing-masing. Cukup lama mereka bermain sambil berdiri, Santi sambil memutar-mutar pinggulnya ibarat penari jaipongan, sedangkan Rio memacu batang kemaluannya ibarat piston motor yang bergerak secara konstan di dalam lembah kemaluan gadis itu. Tak henti-hentinya Santi mendesah-desah sambil menyebut nama Rio untuk memacunya lebih cepat dan lebih cepat lagi. Dan tidak beberapa lama kemudian, Santi yang memang sudah sangat bernafsu itu, semakin mendesah-desah semakin keras pertanda dia akan mencapai pendakian yang tertinggi itu. Rio yang mengetahui gadis itu akan mendapatkan orgasmenya, semakin memacu batang kemaluannya lebih keras lagi, mengaduk-aduk isi kemaluan gadis itu sambil menggoyangkan dan memutar-mutar pantatnya, Akhirnya… “Oh Rio… a.. akk… kuu… mau… nyampe… sa… ya.. ang… Hhhh…” desahnya terputus-putus. “Iya sayang… keluarin aja sayang… akuu juga mao nyampe nih sayang… aahhh.. sama-sama yah sayang… kita keluarnya barengan… yahh… ohh… God…” Sambil terus memeluk kedua buah pantat Santi yang bahenol itu, Rio terus menghujam-hujamkan batang kemaluannya. Terlihat Santi memeluk leher Rio dengan sangat kuat dan mencium bibirnya dengan sangat bernafsu sekali. Sedangkan Rio untuk melepaskan gairah kenikmatannya menekan pantat Santi lebih kuat lagi dan menekan batang kemaluannya lebih dalam dan lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian, “Rio… a.. aakuu… keluar… oh… hhh…” “Aa.. ku.. juga sayang… hmmm…” “Cratt… crut.. cratt crat..” Akhirnya keduanya menembakkan cairan gairahnya secara bersamaan, tubuh keduanya menegang dan berkelojotan saling berpelukan erat sambil mengeluarkan erang-erangan yang menggairahkan. Kemudian Rio menjatuhkan dirinya ke ranjang tidak jauh dari tempat mereka berpacu gairah tadi, disusul kemudian oleh Santi. Kemudian keduanya tertidur saling berpelukan lelah, letih dan nikmat setelah melakukan pertempuran hebat tadi. TAMAT
    xxxnx com bbc gambang memperkosa turis jpg,
  • Cerita Mesum Ngentot Mantan Guru Les

    Cerita Mesum Ngentot Mantan Guru Les


    736 views
    https://2.bp.blogspot.com/-v5WJqv-3DpQ/WH3zIe8KFJI/AAAAAAAABZA/XKG4gnT0Ukc7tNgpoiWrzBI3cYgBLu-OACLcB/s400/Cerita%2BML%2BNgentot%2BMantan%2BGuru%2BLes.jpeg
    Cerita Mesum Ngentot Mantan Guru Les – Dulu temanku pernah bercerita tentang pengalaman kami bercinta dengan Ci Fiona guru les kami. Sekarang aku, Hans akan bercerita tentang pengalaman lain bersamanya. Ceritanya begini, memang sejak peristiwa itu kami sering mengulangi perbuatan itu lagi, namun selepas SMU kami berhenti les dengannya. Sejak itu sudah jarang sekali bertemu dengannya, apalagi waktu pacarnya yang di US pulang liburan. Cerita ML Ngentot Mantan Guru Les Cerita ML Ngentot Mantan Guru Les Hampir 2 tahun telah berlalu, tak terasa aku telah memasuki liburan semester 3. Liburan yang panjang selama 1 bulan lebih membuatku bosan, kerjaku hanya membantu di toko orang tuaku dan jalan-jalan di mall. Asiung sibuk dengan pacarnya, Vernand melewati liburan di Taiwan. Dan yang lebih membuatku stress adalah aku sedang ribut dengan pacarku, padahal gara-gara masalah sepele. Ditengah rasa bosan itu, pada suatu hari aku berjalan-jalan di Mall Taman Anggrek sendirian. Lumayan menghilangkan perasaan stress dengan merokok sambil melihat-lihat barang-barang dan gadis-gadis cantik lalu-lalang. Ketika aku sedang melihat-lihat barang jualan, tiba-tiba bahuku ditepuk seseorang, “Hans, lagi apa sendirian di sini?” Aku membalikkan badan dan seorang wanita cantik berdiri di belakangku. “Masih inget nggak?” tanyanya. Setelah memutar ingatan sejenak aku baru ingat, “Ohh.. Ci Fiona nih, wah udah lama nggak ketemu ya, gimana kabarnya Ci baik-baik aja?” Dia masih cantik seperti dulu meskipun penampilannya sedikit berubah, rambutnya yang dulu panjang sedada & dikuncir itu kini tinggal sebahu lebih dan waktu itu tidak berkacamata karena memakai soft lens, namun body dan kecantikannya tidak berubah sedikit pun. Dia sudah selesai kuliah tapi belum mendapat pekerjaan tetap, maka dia membuka les privat di rumahnya untuk siswa SD-SMU. “Cici sendirian juga nih, ngapain? belanja?” tanyaku. “Iya, Cici juga lagi kosong hari ini, mau liat-liat barang sekalian mau belanja dikit di supermarket, eh nggak taunya ketemu kamu Hans.” “Eh, omong-omong Cici masih kenal sama saya nih, padahal udah lama nggak ketemu ya”, godaku. “Ah kamu, gimana Cici bisa lupa sama murid yang paling bandel.” Aku jadi agak tersipu malu mengingat peristiwa dulu itu. Dan aku menemaninya belanja sambil ngobrol-ngobrol dengannya. Karena dia juga sedang menganggur, setelah itu aku bersamanya pergi ke tepi laut dengan mobilku, melihat laut kadang-kadang membuat hati yang galau terasa lebih segar. Di sana kami ngobrol-ngobrol sampai tak terasa sudah hampir jam 6 malam. Tanpa disadari hubungan kami sudah seperti orang berpacaran saja walaupun dia lebih tua 4 tahun dariku dan pernah menjadi guru lesku. “Wah Ci udah malam nih kita cari makan dulu yuk, lapar nih”, kataku padanya, dia setuju dan kami pun mencari restoran dan makan di sana. “Ko Willy (pacarnya red) kapan pulang Ci, kasihan kan Cici sendirian terus”, tanyaku di restoran. “Minggu ini dia diwisuda kok, jadi paling 2 minggu lagi pulang. “Selamat ya Ci, kalau married nanti undang saya ya!” kataku bercanda. “Ah, bisa kamu Hans, nikahnya sih belum tau kapan.” Sesudah pesanan datang, kami makan. Teringat masalah dengan pacarku, aku memesan bir, tanpa sadar aku telah menghabiskan 3 botol dan mulai merasa pusing. Ci Fiona menyuruhku berhenti minum. “Hans apa-apaan sih kamu minum sampai begini, sudah.. sudah jangan minum lagi.” Aku memanggil pelayan dan membayar bonnya. Karena keadaanku yang sudah setengah sadar maka Ci Fiona yang menyetir mobil mengantarku pulang. Agar orang tuaku tidak mendapatiku sedang mabuk, aku memintanya agar pulang ke rumahku yang di kompleks (aku mempunyai 2 rumah, 1 ruko, tempat keluargaku biasa tinggal, 1 lagi di kompleks perumahan, yang ini berfungsi untuk gudang dan rumah tinggal, jarang ditinggali, biasa kupakai kumpul-kumpul dengan teman dan barang-barangku juga banyak disimpan di sana). Siangnya aku juga sudah bilang pada orang tuaku bahwa aku mungkin tidur di rumah ini, jadi tidak usah kuatir kalau tidak pulang ke ruko. Di rumah tidak ada siapa-siapa, aku masuk ke ruang tamu dengan sempoyongan dituntun olehnya dan menjatuhkan diri di sofa. “Hans, kamu kenapa sih kok bisa mabuk gini, ada masalah apa sebenarnya?” tanyanya sambil menyodorkan air putih padaku. Akhirnya aku menceritakan segala masalah dengan pacarku padanya. Dia mendengarkan segala keluhanku dengan penuh perhatian. Dia menyuruhku tidur saja agar lebih tenang. Dituntunnya aku masuk kamar. Ketika dia menuntunku tak sengaja kulihat belahan dadanya melalui kaos berleher V-nya, birahiku makin bangkit ketika teringat dulu ketika masih les aku dan teman-temanku ‘mengerjainya’, terlintas dalam pikiranku mengulangi perbuatan itu apalagi di rumah kosong. Ketika aku menjatuhkan diri ke ranjang, kutarik tangannya sehingga dia ikut rebah bersamaku. Posisinya sekarang berada di atasku berhadap-hadapan. “Aduh apa-apaan ini Hans, kamu.. mmhhh!” Sebelum dia habis berkata, bibirku sudah menempel di bibirnya yang tipis itu. Aku segera berguling sehingga sekarang dia berada di bawahku. Dengan nafsu membara kuciumi terus dia, kujilat-jilat bibir bawahnya. Tangannya terus bergerak mendorong dadaku berusaha lepas, tapi kupeluk dia kuat-kuat, kutambah rangsangan dengan meremas-remas buah dadanya dan mengesek-gesekkan kejantananku ke bagian kemaluannya, lama-lama gerakannya melemah dan sekarang bibirnya mulai membuka, lidahku masuk dan mulai bermain di dalam, Ci Fiona memang hebat dalam French Kiss, lidah kami saling berpilin dan menyedot, enak sekali rasanya, kami sudah mulai hanyut dalam nafsu. Ini bukan pertama kalinya aku dan dia berbuat begitu, maka kali ini sudah tidak canggung lagi. Sesudah melepas stelan luarnya, tanganku menaikkan kaos buntungnya dan menyusup ke dalam BH-nya, kupencet-pencet puting susunya sambil terus berciuman. Sekarang mulutku berpindah ke leher jenjangnya, kujilat lehernya dan tanganku makin ganas di dadanya. “Ahhh.. ohhh, Hans kamu belum berubah juga…masih nakal seperti dulu.. ahh”, desahnya. Diapun membalasku dengan membuka kancing bajuku, sementara tanganku sudah mulai bergerak membuka reitsleting celana jeans-nya, kulepaskan celana itu dan melihat celana dalam putihnya. Setelah itu kubuka juga kaos buntung dan BH-nya, namun sebelum aku melepas CD-nya, Ci Fiona membalik tubuhku dan berada di atasku. Sambil mengelus wajahku dia berkata, “Hans, kalau Cici bisa menghilangkan kekesalan kamu pada Santi, milikilah Cici malam ini saja..” selesai berkata dia melucuti kemejaku dan membuka celanaku kemudian CD-ku. Tanpa basa basi dijilatinya barangku mulai dari buah pelir ke kepalanya, kemudian dimasukkan ke mulutnya. Lalu dia memutar tubuhnya sehingga kemaluannya di atas wajahku (posisi 69). Aku tidak langsung membuka CD-nya tapi kuusap-usap & kutekan-tekan dulu daerah liang senggamanya sampai terlihat basah baru kutarik lepas. Wajahku terbenam di kemaluan yang ditumbuhi bulu-bulu lebat itu, kujilati klitorisnya yang sudah basah itu dan dibalasnya dengan sedotan-sedotannya yang nikmat, dia membiarkan batang kemaluanku dalam mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya sambil dihisap, sementara aku mengigit pelan bibir kemaluannya. Setelah 10 menit, karena aku tidak mau cepat-cepat orgasme kusuruh dia berhenti. Kali ini Ci Fiona tidur telentang, aku menindihnya dan kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. Aku mulai memompanya. Kugerakkan pantatku naik turun dan dia pun mengikuti gerakan tubuhku. Dia mulai ribut merintih sambil mengigiti jarinya, menggeleng-gelengkan kepalanya, dan kakinya sudah melingkari pinggangku, sesekali dia juga mencium bibirku. “Ohhh.. Hans terus.. bagus.. ohhh.. lebih dalam!” Makin lama makin kupercepat gerakanku, kami semakin liar di ranjang, kalau ranjangnya murahan bisa-bisa ambruk karena guncangan sekuat ini. 30 menit kami berada dalam posisi ini, tubuh kami sudah mandi keringat. Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya semakin kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat bahkan kurasakan kukunya mulai menggores punggungku, tapi tak kuhiraukan. “Hans.. sedikit lagi.. akhhh.. Cici sudah sampai.. tahan dikit lagi..” akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai lolongan panjangnya. Tapi aku masih belum orgasme, kuteruskan menggenjotnya sampai 5 menit kemudian giliranku yang menyemburkan maniku di dalam liang kewanitaannya. Tubuhku mulai melemas, kami saling cium sambil berguling-guling sampai akhirnya berbaring dengan nafas terengah-engah. “Tambah hebat aja kamu, hampir sehebat Ko Willy kamu Hans!” kata Ci Fiona sambil menyeka keringat di dahiku. Aku hanya tersenyum kecil mendengar pujian itu. Mendadak dia menciumku turun ke leher, dada, perut, akhirnya batang kemaluanku. Dikulumnya batang kemaluanku yang masih berlumur sperma dan cairan liang kewanitaannya itu dengan rakus. Batang kemaluanku yang tadinya mulai loyo kembali menegang di mulutnya. Aku mengubah posisiku bersandar di ujung ranjang sehingga aku bisa memijat-mijat payudaranya yang berukuran sedang tapi montok itu. Setelah membersihkan batang kemaluanku, dia duduk di pangkuanku dengan posisi berlutut. Sambil kuelus-elus pantatnya dia perlahan-lahan menurunkan badannya sampai batang kemaluanku tertanam di liang senggamanya. Tanpa kuperintah, dia langsung menggerakkan tubuhnya turun naik seperti naik kuda. Payudaranya yang tepat di depan wajahku ikut bergoyang-goyang naik turun seirama gerakan badannya. Kuhisap payudara kirinya sementara yang kanan kupijat-pijat dengan lembut sesekali kuputar & kutarik puting merah muda yang sudah keras itu. Sebelum klimaks kedua kalinya kusuruh dia berganti posisi. Kali ini dia menungging di depanku, ingin main belakang rupanya sekarang. Kumasukkan batang kemaluanku ke anusnya dan tanganku meremas-remas payudaranya yang menggantung itu. Genjotanku membuatnya mengerang-erang nikmat sambil terus memacu tubuhnya mengimbangi gerakanku. Butir-butir keringatnya berjatuhan di ranjang. Lubang yang sempit itu membuatku sudah tidak tahan lagi akhirnya kukeluarkan juga cairan maniku di perut dan dadanya. Setelahnya aku berbaring di sisinya. Benar-benar lelah aku saat itu ditambah lagi dengan pusing pengaruh bir, ingin langsung tidur saja rasanya. Kuakui memang walau Ci Fiona tidak sesempit pacarku tapi dalam hal daya tahan & variasi bercinta dia jauh diatas pacarku yang amatiran. “Hans, boleh Cici pinjam kamar mandi? dari tadi siang belum mandi nih”, tanyanya sambil mengusap rambutku yang sudah kusut. Aku hanya mengangguk, dan dia masuk ke kamar mandi yang berada di kamarku, setelah kudengar suara percikan shower, aku tidak tahu apa-apa lagi karena langsung tertidur kelelahan. Besok paginya kutemukan aku dan dia yang tertidur di sebelahku dalam keadaan polos hanya tertutup selimut. Aku baru sadar kemarin malam mabuk dan melakukan hal itu lagi. Aku panik kenapa dia tidak pulang, kalau orang rumahnya khawatir bagaimana nih. Segera kubangunkan dia.Handoko Tan” “Ci.. Ci.. bangun, kenapa tidur di sini, ntar orang tua Cici cariin gimana nih!” seruku dengan kalang kabut. “Aduh.. Hans ngapain sih kamu, rumah Cici kan kosong sampai sore ini, kamu ganggu orang tidur aja ah, Cici udah capek gara-gara kamu tau”, katanya sambil mengusap-usap matanya. Lega aku mendengar itu. Sambil tetap berbaring dia bertanya, “Hans, kita sudah berapa kali melakukan dosa ini?”. Setelah terdiam sejenak kujawab, “Lupa Ci, maafin Hans ya, kemarin saya mabuk tidak bisa mengontrol diri, Cici marah ya.” “Hans.. Cici bukannya marah atau sok perhatian, Cici cuma sedih sama sifat kamu yang belum dewasa, baru masalah sama pacar aja mabuk kaya gitu, kamu pikir alkohol bisa membereskan masalah, Cici juga pernah ribut sama pacar tapi selesaikan dong baik-baik, kalau kamu cinta dia.. cari dia & berbaikan, bukan main alkohol apalagi drugs, malu Cici sih kalau punya murid yang pikirannya pendek kaya kamu ini Hans, lihat dirimu kemarin malam, orang tidak seperti orang, setan tidak seperti setan”, katanya dengan nada serius. Aku termenung sesaat mendengar kata-katanya. Jam 9.30 sesudah makan kuantar dia pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan kami tidak berbicara apapun, baru sekarang dia menegurku keras dan itu membuatku sadar dari kesalahanku, sesampainya pun dia hanya mengucapkan terima kasih tanpa senyum dan menolak waktu kubantu membawakan belanjaannya. Beberapa hari kemudian aku mulai berbaikan kembali dengan pacarku dan bertekad mengurangi kebiasaan minumku sesuai nasehatnya. Empat bulan kemudian aku menerima undangan pernikahannya. Dia sudah dipersunting oleh Ko Willy yang telah menyelesaikan studinya di Amerika. Aku & teman-teman datang ke pestanya dan melihat betapa anggunnya dia dalam pakaian pengantin, serasi dengan suaminya yang tampan itu. Setelah itu aku tidak pernah menemuinya lagi karena tidak ingin merusak rumah tangga orang, kudengar sekarang dia sudah melahirkan sepasang anak kembar perempuan dan hidup bahagia.
    Nini ninik gmuk d entot,
  • Cerita Sex Lesbi Terbaru Paling Panas 2017

    Cerita Sex Lesbi Terbaru Paling Panas 2017


    8645 views

    https://2.bp.blogspot.com/-zGlrFGA1iP0/V0HqQqklBFI/AAAAAAAABhE/8onbyrqTISgJqbk4fDE90HA0X6SJxG5OgCLcB/s400/Cerita%2BDewasa%2B2016%2BHanya%2BKarena%2BSebuah%2BKhayalan.jpg

    Cerita Sex Lesbi Terbaru Paling Panas 2017, Sebut saja aku sebagai Lia. Aku masih duduk di sebuah SMU di Yogya kelas 2. Tinggiku sekitar 165 cm dengan berat sekitar 49 kg. Aku sendiri sebetulnya bukan seorang lesbian. Hanya kenapa, ketika melihat video klip Nafa Urbach yang berjudul ‘Lebih Baik Putus’, mataku langsung tertuju ke kedua payudaranya yang indah. Yang sangat aduhai. Aku merasakan perasaan lain ketika melihatnya. Sejak saat itu sering sekali kulihat video klipnya dan kuperhatikan kedua payudaranya itu. Cerita Dewasa – Tidak itu saja. Pada acara-acara televisi lainnya, yang kuperhatikan pasti kedua payudara pengisi acara cewek. Indah atau tidak. Terutama yang memakai pakaian ketat. Beberapa artis yang kusukai adalah Kris Dayanti, Dian Nitami, Denada, Shanti, AB Three dan beberapa artis lain. Artis dari luar negeri ada Britney Spears, Christina Aguilera, Jennifer Lopez, Alicia Keys, Anastasia, Pamela Lee (yang kedua payudaranya very big) dan beberapa artis lain. Waktu aku pergi keluar pun, aku juga diam-diam memperhatikan kedua payudara cewek-cewek yang kutemui terutama yang berpakaian ketat. Malamnya sebelum tidur pasti aku masturbasi sampai orgasme sambil membayangkan tubuhku yang telanjang sedang dipermainkan oleh sesama cewek. Sering sekali kubayangkan seorang cewek dari belakang meremas kedua payudaraku yang berukuran 36. Sementara di depanku juga ada cewek lain yang menjilati vaginaku. Waktu pergi ke warung internet pertama kali sejak video klip Nafa yang menggairahkan, kukopi ke disket semua cerita 17tahun pada bagian sesama wanita. Padahal sebelum itu aku hanya suka membaca bagian konvensional. Itu saja tidak kukopi ke disket. Hanya kubaca di warung internet. Sampai dirumah dari disket kukopi ke komputerku. Aku punya komputer sendiri di kamarku. Kubaca satu persatu sambil membayangkan aku adalah pelaku dalam cerita tersebut. Aku sudah merasa basah ketika baru membaca satu cerita. Sehingga aku mengunci pintu kamarku dan melepas semua pakaianku. Kulanjutkan membaca sambil sesekali kuremas kedua payudaraku bergantian. Jari telunjukku juga masuk ke vaginaku. Kukeluarmasukkan. Aku mencapai orgasme ketika baru kubaca cerita yang ketiga. Aku hentikan kegiatanku itu. Dan kulanjutkan pada malam harinya sebelum tidur. Disamping membuka situs 17Tahun2, aku juga membuka situs-situs yang menyediakan rangkaian gambar lesbian gratis. Situs-situs itu kutemukan dengan bantuan seorang chatter yang juga lesbian. Sayangnya aku dikira cowok iseng yang memakai nick cewek dengan masuk ke channel lesbi (yang sengaja kuketik ketika pertama masuk IRC). Padahal aku berharap dari dia supaya sudi menjadi girl friend pertamaku. Sejak saat itu aku juga curiga dengan cewek-cewek yang menjadi teman chattingku. Jangan-jangan mereka adalah cowok iseng. Sehingga aku tidak berani kasih data sebenarnya aku. Paling cuma e-mailku saja yang kuberi. Cerita Sex Hijab 2016 Pernah ada salah satu ‘cewek’ yang mengajak jumpa darat setelah beberapa kali berkirim e-mail. Kebetulan dia juga dari Yogya. Sebelumnya aku sudah waspada. Kuberikan identitas palsu. Pada waktunya di bawah sebuah pohon di lembah UGM yang kujanjikan untuk bertemu ternyata tidak muncul seorang cewek sesuai dengan ciri-cirinya yang diberikan padaku. Yang ada hanya seorang cowok. Aku yang mengawasi dari jauh menunggu sebentar. Aku berpikiran bahwa dia belum datang atau sudah datang. Tetapi karena bawah pohon yang kujanjikan dipakai orang lain, dia menunggu di tempat lain. Kulihat di sekitarku ternyata dia tidak ada. Kulihat bawah pohon itu lagi. Cowok itu tidak ada lagi. Beberapa hari kemudian muncul e-mail darinya yang mengatakan kalau aku tidak datang. Kubalas dengan mengatakan kalau aku sudah tahu bahwa dia cowok lengkap dengan ciri-cirinya. Aku juga bilang kalau aku marah sekali dibohongi. Dia membalas lagi dengan kejujurannya bahwa dia cowok dan minta aku tidak marah serta mau menjadi temannya. Itu e-mail terakhir yang tidak kubalas. Aku sudah terlanjur marah. Kembali ke situs-situs yang kusebut diatas. Rangkaian gambar-gambar itu sebagian yang menarik kukopi juga ke disket untuk kemudian kukopi ke komputerku dirumah. Tiap malam sebelum tidur kulihat gambar-gambar itu sambil bermasturbasi. Sebetulnya aku mempunyai seorang teman cewek satu kelas yang menarik perhatianku. Lebih besar dari perhatianku pada cewek-cewek lain yang kukenal. Sayangnya dia bukan lesbian dan tidak mungkin jadi lesbian. Dia punya pacar seorang cowok. Dia sering memperlihatkan pahanya yang putih dihiasi bulu-bulu halus ketika duduk di dalam kelas atau di halaman sekolah meskipun rok seragam sekolah yang dipakainya tidak terlalu mini. Kadang dia tidak memakai kaos dalam ketika memakai baju seragam sekolah. Sering kelihatan dia memakai bra berwarna hitam. Kadang sempat kulirik belahan payudaranya yang meskipun tidak besar tapi indah dari sela-sela kancing baju. Lengan bajunya yang agak ketat juga selalu dinaikkan ke atas memperlihatkan lengannya yang putih yang juga dihiasi bulu-bulu halus. Ingin sekali aku membelai pahanya dan meremas kedua payudaranya. Sering kukhayalkan dia berhubungan seks denganku. Aku sendiri dalam memakai pakaian seragam sekolah kuusahakan rapi. Rok seragam sekolah yang kupakai meskipun diatas lutut, tetapi tidak termasuk mini. Hanya dalam hal pakaian dalam saja aku agak kelainan sejak melihat video klip Nafa yang sensual. Aku hanya memakai kaos dalam ketat warna biru tanpa memakai bra. Tetapi tonjolan kedua payudaraku tidak kentara karena baju seragam sekolahku termasuk longgar. Kedua orangtuaku tidak atau belum mengetahui kelainanku ini. Kalau bisa jangan sampai tahu. Kecuali kakakku yang cowok. Kebetulan dia sering pakai komputerku untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Suatu kali aku sedang membuka salah satu cerita 17tahun yang kusimpan di komputerku. Kebetulan kutinggal ke kamar kecil. Aku sendiri kaget melihatnya sudah di depan komputerku. Dia agak marah. Bukan marah karena aku membaca cerita seks. Marah karena kenapa aku membaca cerita sesama wanita. Waktu itu aku tutup-tutupi. Bahwa aku cuma iseng membaca itu. Tidak ada maksud apa-apa. Dan dia percaya. Lain hari ketika aku sekolah dia cek semua directory komputerku. Waktu aku pulang aku disuruh jujur. Kalau tidak jujur kedua orangtuaku akan diberitahu. Terpaksa aku jujur. Dia juga coba menasihati aku supaya sadar. Aku berusaha untuk sadar dengan menghapus file-file yang berhubungan dengan lesbian seperti yang telah kusebut diatas sesuai dengan yang disarankannya. Tetapi itu tidak bisa. Waktu ke warung internet aku pasti membuka situs yang berhubungan dengan lesbian. Itu yang tidak bisa kuhindari. Aku kopi lagi. Kakakku tidak tahu lagi. Karena kulindungi file-file khusus ini dengan program proteksi yang kuambil dari internet. Aku juga punya kakak cewek. Dia kuliah di salah satu universitas negeri di Bandung. Tiap dua pekan sekali atau sedang liburan dia pasti pulang. Gilanya. Kadang aku juga mengkhayalkan berhubungan seks dengannya. Kebetulan kedua payudaranya juga besar. Mungkin ukurannya sama denganku atau lebih besar. Tapi dia tidak pernah tahu tentang kelainanku. Aku sendiri berharap kakakku ini juga lesbian. Sehingga dapat mengajariku bagaimana berhubungan seks dengan sesama wanita. Dibawah ini aku akan menceritakan salah satu khayalanku berhubungan seks dengan sesama wanita. Begini ceritanya. Suatu hari aku duduk di kursi sofa sedang menonton televisi. Aku hanya memakai bra dan celana dalam saja. Dari dalam kamar keluarlah seorang cewek. Sebut saja Astrid. Dia juga hanya memakai bra dan celana dalam saja. Dia lalu duduk disampingku. Dia belai pahaku. Aku tahu maksudnya. Kumatikan televisi dengan remote control. Aku menggeser posisi dudukku dengan menyamping. Kugeser juga tubuh Astrid dengan memegang pundaknya. Kulepas kaitan bra yang dipakainya dari belakang. Pelan-pelan kuturunkan tali branya yang menggantung di pundaknya. Kedua payudaranya yang berukuran 36 (sama dengan punyaku) kini sudah telanjang. Lalu kubelai lengannya dengan lembut. Astrid menolehkan kepalanya dan menjulurkan lidahnya. Kusambut lidahnya dengan lidahku. Kami berdua saling menjilat lidah sambil tanganku tetap membelai pundaknya. Kami berhenti saling menjilat. Kemudian dari belakang kuremas kedua payudaranya. Astrid dengan setengah terpejam mengeluarkan desahannya. Lalu kudorong Astrid ke depan. Aku melepas bra yang kupakai. Aku lalu telentang di sofa dan kutarik pundak Astrid supaya telentang di atasku. Kini posisi pantatnya berada di selangkanganku sementara kakiku sendiri mengangkang. Pipinya hinggap di payudara kananku dan matanya melihat payudara kiriku. Kuremas lagi payudara kirinya dengan tangan kiriku. Sementara tangan kananku membenarkan posisi kaki kananku yang kurasa kurang enak. Kuremas lagi kedua payudaranya. Sementara tangan kiri Astrid membelai paha kiriku. Dan tangan kanannya membelai vaginanya yang masih ditutupi celana dalam. Dibukanya sedikit celana dalam bagian bawahnya untuk dapat membelai vaginanya. Kami berdua tersenyum. Kemudian dia duduk dan melepas celana dalam yang kupakai. Kuangkat pantatku supaya mempermudah dia dalam melepas celana dalamku. Setelah itu dia berdiri mau melepas celana dalamnya sendiri. Aku cegah dia. Kupegang tangannya. Dia malah menarik aku untuk ikut berdiri. Ditempelkannya kedua payudaranya ke kedua payudaraku. Digesek-gesekkan. Kami berdua berpelukan sambil kedua tanganku meremas pantatnya yang besar. Agak lama kami berpelukan dan merasakan sensasi pada masing-masing kedua payudara kami yang saling bergesekan. Kemudian aku didorongnya hingga aku terjatuh dan dengan cepat melepaskan celana dalamnya. Lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Kembali kami saling menjilat lidah. Kupegang pinggangnya dan kutumpangkan paha kananku ke pinggangnya. Sementara paha kiriku dijepit kedua pahanya. Membuat apha kiriku menggesek vaginanya. Lalu lidahnya turun ke bawah. Dijilatinya puting payudara kananku sambil tangannya juga meremas. Aku hanya bisa mendesah dan kedua tanganku meremas rambutnya. Kemudian disodorkannya payudara kanannya ke mulutku. Tak kusia-siakan kesempatan itu. Kukulum puting payudara kanannya. Aku sendiri juga meremas payudara kananku sendiri. Sedangkan payudara kiriku diremas oleh Astrid. Lalu kudorong Astrid sehingga dia ganti di bawah tubuhku. Kuremas kedua payudaranya dengan kedua tanganku. Sementara dia hanya kebagian remasan pada payudara kananku. Payudara kiriku sendiri menempel di bawah belahan kedua payudara Astrid. Astrid kembali mendesah sambil matanya setengah terpejam. Lalu aku menggeser tubuhku. Kudekatkan wajahku ke vagina Astrid. Astrid tahu maksudku. Kedua tangannya membuka vaginanya. Langsung saja kusedot vaginanya dengan lidahku sambil membaringkan tubuhku dengan posisi miring. Paha kirinya yang berada di antara kedua payudaraku diangkat ke atas pinggangku. Posisi ini ternyata kurang mengenakkan bagiku. Kusuruh Astrid minggir sebentar. Lalu aku tidur telentang. Kusuruh Astrid mengangkangkan selangkangannya di depan mulutku dengan bertumpu pada kedua lutut dan kedua tangannya. Kembali kubuka vagina Astrid dan kusedot dengan lidahku. Astrid hanya bisa menjerit perlahan. Jeritan kenikmatan. Astrid rupanya kelelahan. Aku sendiri juga sudah puas menyedot vaginanya. Dia membaringkan tubuhnya sejenak disampingku. Hanya sebentar. Lalu dengan setengah berbaring dia ganti menyedot vaginaku dengan lidahnya. Dibukanya vaginaku dengan tangan kanannya. Ganti aku yang menjerit kenikmatan. Kami berdua telah puas. Kami dengan masih telanjang bulat beristirahat sambil saling membelai. Kemudian datang lagi soerang cewek. Sebut saja Niken. Juga hanya dengan memakai bra dan celana dalam. Kedua payudaranya yang berukuran 38 tampak ingin keluar dari bra yang dipakainya. Aku dan Astrid kemudian berdiri menghampirinya. Niken sedang melepas bra yang dipakainya. Payudaranya yang paling besar diantara kami bertiga tampak sudah lega. Kami berdua lalu setengah berdiri disamping Niken dengan bertumpu pada lutut. Aku disamping kaki kanan Niken sedangkan Astrid di samping kaki kiri Niken. Kami berdua melepaskan celana dalam yang dipakainya. Kemudian aku berdiri dan dirangkul Niken. Sementara Astrid jongkok di depan vagina Niken. Dia lalu menyedot vagina Niken dengan lidahnya sambil tangan kirinya membelai paha kanan Niken. Tangan kananku juga membelai paha kanannya dan tangan kiriku memeluk pinggangnya. Tangan kiri Niken sendiri membuka vaginanya dengan tangan kanan tetap merangkul tubuhku. Niken hanya bisa mendesah. Lalu kuajak Niken untuk duduk di lantai. Dia lalu duduk dengan kedua tangannya bertumpu ke belakang. Aku ingin mencicipi vaginanya. Tetapi keduluan oleh Astrid yang rupanya masih belum cukup merasakan vagina Niken. Kudengar desahan Niken yang lalu kusumpal dengan ciumanku. Rupanya Niken tidak merasa enak dengan ciumanku. Dia membalas ciumanku hanya sebentar. Dia lalu memegang payudara kananku dan diremasnya. Aku yang dari tadi ingin mencicipi vagina Niken hanya bisa membantu membuka vaginanya sementara Astrid masih asyik dengan sedotannya. Niken lalu menjilati puting payudara kananku dan tangan kirinya meremas payudara kanannya sendiri. Juga payudara kirinya bergantian. Astrid sudah puas dengan vagina Niken. Dia sedang menjilati jari-jari kaki kanan Niken yang diangkatnya. Aku segera mendaratkan lidahku ke vagina Niken untuk menyedotnya. Niken mendesah lagi. Dan seperti juga aku. Astrid lalu menciumnya. Niken keenakan dengan ciuman Astrid. Lama sekali mereka beerciuman sehingga aku bisa sepuasnya menyedot vagina Niken dengan lidahku. Kami bertiga akhirnya mencapai orgasme pada waktu hampir bersamaan. Karena kelelahan kami juga tertidur di lantai dengan keadaan telanjang. Ketika aku bangun kulihat Astrid sudah tidak ada. Dan kudengar suara gemericik air dari kamar mandi. Kubangunkan Niken dan kami berdua menuju dikamar mandi. Di kamar mandi sudah ada Astrid. Kami berdua bersama-sama mandi di bawah pancuran sambil sesekali saling membelai. Kemudian Niken mematikan kran pancuran. Dia mengambil sabun. Karena sabunnya ada dua, yang satu diserahkan ke aku. Kemudian dia dari depan menyabuni tubuh Astrid. Sedang aku sendiri dari belakang juga menyabuni tubuh Astrid. Astrid kemudian berbalik menghadap ke aku. Dia mengambil sabun dariku dan menyabuni tubuhku. Sedangkan Niken menyabuni tubuhnya sendiri. Sambil sesekali menyabuni pantat Astrid. Kupeluk Niken sehingga otomatis tubuh Astrid berada di antara tubuhku dan tubuh Niken. Tubuh kami yang penuh busa sabun menempel. Kedua payudaraku dan kedua payudara Astrid menempel. Sedangkan kedua payudara Niken menempel di punggung Astrid. Astrid lalu melepaskan diri dari jepitan kedua tubuh yang penuh busa sabun. Dia lalu membersihkan tubuhnya dari busa sabun dengan air dari ember sambil melihat aku yang sedang saling menempelkan payudara dengan Niken. Tangan kananku memegang payudara kananku yang kutempelkan ke payudara kiri Niken yang juga dipegang tangan kirinya. Setelah menempel lalu tangan kirinya mengangkat paha kananku sehingga vaginaku menggesek paha kirinya. Kulihat Astrid sedang menghanduki tubuhnya sambil keluar kamar mandi sementara kami berdua sedang asyik dengan kedua payudara penuh busa sabun yang saling bergesekan. Aku lalu membuka kran pancuran kembali untuk membersihkan busa sabun yang memenuhi tubuhku dan tubuh Niken. Niken ternyata tidak setuju. Dimatikan lagi kran pancuran. Lalu didorongnya dengan pelan ketubuhku sehingga aku bersandar ke dinding kamar mandi. Diremas-remas lagi kedua payudaraku yang juga kubantu dengan kedua tanganku yang memegang kedua tangannya. Tubuhnya lalu turun ke bawah dan disiramnya bagian vaginaku dengan air dari ember. Lalu tangannya membuka vaginaku. Disedotnya vaginaku dengan lidahnya. Kedua tangannya naik ke atas meremas kedua payudaraku. Agak lama dia melakukan itu. Dan ketika dia tidak meremas kedua payudaraku, aku meremas sendiri kedua payudaraku sambil sesekali mendesah. Setelah puas menyedot vaginaku dengan lidahnya, dia membuka kran pancuran dan membersihkan tubuhnya dari busa sabun dengan bantuanku dengan membersihkan tubuhnya dari belakang. Dia berbalik sambil mematikan kran pancuran dan mengambil botol sabun cair. Dia kelihatannya belum puas bermain sabun. Dikucurkannya sabun dari botol itu ke tangannya lalu diusapkan ke payudara kiriku. Tanganku minta bagian. Niken mengucurkan sabun ke tanganku dan lalu aku mengusapnya ke payudara kirinya. Kemudian Niken menjatuhkan botol sabun itu dan meratakan sabun ke kedua payudaraku. Kulakukan hal yang sama. Kami berdua lalu saling menempelkan kedua payudara. Dan digesek-gesekkan sampai dia puas. Niken lalu membalikkan badannya dan membuka kran air. Dia membersihkan kedua payudaranya dari busa sabun. Aku dari belakang memegang bagian belakang kepalanya untuk menciumnya dari belakang. Dibawah kucuran air pancuran aku meraba bagian depan tubuh Niken dari belakang sambil lidahku menjilati lehernya. Kuremas juga kedua payudaranya. Akhirnya kami selesai bermain di bawah pancuran. Kami berdua keluar setelah menghanduki tubuh yang basah. Dilihatnya Astrid dengan masih telanjang sedang merapikan rambutnya. Dia duduk di pinggir tempat tidur. Niken menghampirinya sementara aku tetap berdiri untuk melihat apa yang akan dilakukan Niken terhadap Astrid. Dari samping dia menjilati puting payudara kanan Astrid. Tangan Astrid memegang bagian belakang lehernya. Niken lalu duduk di paha kanan Astrid dan mencium bibirnya. Mereka berdua berciuman sambil saling menjilat lidah. Lalu Niken menelentangkan Astrid. Dengan setengah berjongkok dia menyodorkan vaginanya ke mulut Astrid. Astrid lalu menyedot vagina Niken dengan lidahnya. Niken lalu agak mundur ke belakang. Sambil setengah berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya ditekannya kedua payudara Astrid yang kedua tangannya juga menekan kedua payudaranya sendiri. Sehingga kedua payudara Astrid yang ditekan dua pasang tangan saling menempel. Setelah itu Astrid mendudukkan Niken kembali. Didudukkan di lantai pinggi tempat tidur. Astrid sendiri duduk di pinggir tempat tidur. Dari belakang dijilatnya lidah Niken. Kedua tangannya dipegang kedua tangan Niken untuk meremas kedua payudara Niken. Astrid lalu menyodorkan payudara kanannya ke mulut Niken yang langsung menjilati puting payudara kanan Astrid. Tangan kirinya meremas payudara kiri Niken. Lalu ganti Astrid menyodorkan payudara kirinya ke mulut Niken yang juga langsung menjilati puting payudara kiri Astrid. Tangan kanannya meremas payudara kanan Niken. Bacaan sex top: Cerita Sex Perawat Bohay Bikin Nafsu Bergairah Aku yang melihat hal itu langsung ikut bergabung. Kami bertiga bercumbu dengan lebih hebat lagi. Demikian cerita khayalanku. Mungkin terlalu bagaimana. Terserah kalian yang menilai. Aku terus terang saja bahwa cerita di atas merupakan terjemahan dari rangkaian gambar-gambar yang kuambil dari internet. Bagi pembaca cewek yang ingin berkenalan dan berbagi pengalaman denganku bisa menghubungi e-mail putri_dahlia@plasa.com Tuliskan sedikit biodata (alamat, umur, berat badan, tinggi, sekolah dan lainnya yang sekiranya perlu) dan sertakan juga foto (kalau ada). Juga ceritakan pengalaman pertama ketika menjadi lesbian. Bikin aku ‘basah’ dengan ceritanya. Aku usahakan untuk membalas. Bagi pembaca cowok yang mengirim e-mail, tolong diurungkan saja. Jangan harap mendapat balasan dariku. selengkapnya » http://newsonlineblog.blogspot.com/2016/05/cerita-lesbi-terbaru-paling-panas-2016.html

    Cerita sex lesbian paling enak,xnxx com astrid yuliana sama rivel,